Setelah pencarian yang melelahkan, akhirnya ada titik terang. Seorang korban dari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulsel, berhasil ditemukan pada Minggu (18/1). Sayangnya, korban berjenis kelamin laki-laki itu sudah tak bernyawa.
Yang menarik, penemu pertama justru bukan dari tim resmi. Arman, seorang warga berusia 38 tahun, adalah orang yang pertama kali melihat jenazah tersebut. Saat ditemui di posko Tim Advance Jungle Unit (AJU) di Desa Tompo Bulu, ia bercerita panjang lebar.
"Iya pak, saya pertama temukan korban. Saya bersama dengan dua orang teman, warga sekitar," ujar Arman kepada awak media.
Niatnya cuma satu: membantu. Sejak pagi dia sudah berangkat, meski melihat puncak gunung sudah dipadati banyak personel SAR. "Saya tidak naik (puncak) karena terlalu banyak orang," katanya. Tapi itu tak membuatnya pulang begitu saja.
Alih-alih ikut ke atas, Arman memilih menyusuri kaki Gunung Bulusaraung. Keputusan itu ternyata tepat. Sekitar 200 meter dari puncak, pandangannya tertumbuk pada sesuatu. Sebuah tubuh tanpa busana terbaring tengkurap di antara semak. "Masih utuh (jazadnya). Tapi, sudah tidak mengenakan pakaian," kenangnya. Wajah korban tak bisa ia lihat karena posisinya.
Artikel Terkait
Menguak Peta Perang Global: Benarkah Islam Biang Keladi Konflik dan Kemiskinan?
Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis: Manuver Baru Istana di Tengah Panasnya Kasus Ijazah Jokowi
Museveni Kembali Menang, Uganda Terbelah di Bawah Bayang-Bayang Ketakutan
Anies Soroti Sawit: Hutan Bukan Cuma Fotosintesis, Petani Kecil Hanya Dapat Remah