Warga Temukan Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR di Lereng Gunung Bulusaraung

- Minggu, 18 Januari 2026 | 17:36 WIB
Warga Temukan Jenazah Korban Jatuhnya Pesawat ATR di Lereng Gunung Bulusaraung

Setelah pencarian yang melelahkan, akhirnya ada titik terang. Seorang korban dari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulsel, berhasil ditemukan pada Minggu (18/1). Sayangnya, korban berjenis kelamin laki-laki itu sudah tak bernyawa.

Yang menarik, penemu pertama justru bukan dari tim resmi. Arman, seorang warga berusia 38 tahun, adalah orang yang pertama kali melihat jenazah tersebut. Saat ditemui di posko Tim Advance Jungle Unit (AJU) di Desa Tompo Bulu, ia bercerita panjang lebar.

"Iya pak, saya pertama temukan korban. Saya bersama dengan dua orang teman, warga sekitar," ujar Arman kepada awak media.

Niatnya cuma satu: membantu. Sejak pagi dia sudah berangkat, meski melihat puncak gunung sudah dipadati banyak personel SAR. "Saya tidak naik (puncak) karena terlalu banyak orang," katanya. Tapi itu tak membuatnya pulang begitu saja.

Alih-alih ikut ke atas, Arman memilih menyusuri kaki Gunung Bulusaraung. Keputusan itu ternyata tepat. Sekitar 200 meter dari puncak, pandangannya tertumbuk pada sesuatu. Sebuah tubuh tanpa busana terbaring tengkurap di antara semak. "Masih utuh (jazadnya). Tapi, sudah tidak mengenakan pakaian," kenangnya. Wajah korban tak bisa ia lihat karena posisinya.

Tak jauh dari jenazah, berserakan barang-barang pribadi. Dua unit laptop dan sebuah ponsel, semuanya dalam kondisi hancur. Ada juga dokumen-dokumen penting seperti paspor dan kartu ATM yang berserakan di lokasi kejadian.

"Di dekatnya (jenazah), saya temukan dua laptop dan Hp. Tapi sudah hancur semua. Dan ada juga surat-surat (passpor) dan juga kartu ATM," beber Arman.

Dia tak menunggu lama. Begitu melihat ada anggota TNI di sekitar lokasi, Arman segera melaporkan temuannya. "Kebetulan ada juga Tentara dekat situ, jadi saya langsung laporkan," ucapnya.

Di sisi lain, konfirmasi pun datang dari pihak berwenang. Andi Sultan, Kepala Seksi Operasi Basarnas, membenarkan temuan satu korban tersebut. Namun begitu, situasi di lapangan masih sulit.

"Iya benar, tapi belum dapat dievakuasi itu korban," tuturnya singkat. Proses evakuasi, rupanya, masih harus menunggu.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar