JAKARTA Kasus dugaan pencemaran nama baik terkait isu ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasuki babak baru. Rismon Sianipar, salah satu pihak yang dilaporkan, ternyata mengantongi kesepakatan restorative justice. Ini sekaligus menjadi penanda perpecahan, karena langkah Rismon kini tak lagi sejalan dengan dua rekannya, Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau yang dikenal sebagai Dokter Tifa.
Rabu (1/4/2026) lalu, Rismon mendatangi Polda Metro Jaya. Tujuannya: menandatangani kesepakatan RJ untuk empat laporan yang menjeratnya. Jalur damai ini dipilih sebagai upaya penyelesaian.
“Ya kan ada 4 pelapor, jadi selain Pak Jokowi ada 3 (lainnya), itu Bang Andi Kurniawan, Bang Leuchmanan, dan Bang Maret Sueken. Jadi keempat pihak tersebut telah setuju untuk proses dilanjutkannya proses RJ untuk SP3 ya kan,” ujar Rismon di hadapan wartawan.
Menurutnya, kesepakatan ini adalah langkah awal menuju penghentian penyidikan atau SP3. Dia bersikeras keputusannya murni, tanpa tekanan dari siapapun.
“Jadi tidak ada pengaruh dari siapa pun, murni dari hasil penelitian saya yang baru yang melibatkan variabel geometri, pencahayaan, maupun variabel resolusi,” tegasnya.
Dengan kata lain, Rismon memutuskan untuk berjalan sendiri. Lepas dari Roy Suryo dan Dokter Tifa.
Lantas, apa rencananya ke depan? Rismon mengaku akan melanjutkan penelitian terbaru soal ijazah Jokowi. Bahkan, dia berencana menerbitkan buku baru. Yang menarik, kesimpulan dalam buku ini diklaim akan berbeda jauh dari temuan sebelumnya yang dia tulis bersama kedua mantan rekannya itu.
“Dan itu akan saya tuntaskan secepatnya, secepat mungkin ya. Jadi saya tidak bisa tentukan waktunya, dan itu menjadi pembaruan yang memberikan kesimpulan yang berbeda dengan sebelumnya,” tutupnya.
Perkembangan ini tentu mengubah peta perseteruan. Restorative justice mungkin menutup satu pintu konflik, tetapi justru membuka pintu lain: perbedaan pendapat yang kini tak lagi tersembunyi di antara mereka yang dulu satu suara.
Artikel Terkait
SoftBank Salip Toyota sebagai Perusahaan dengan Valuasi Terbesar di Jepang
PNM Kumpulkan 17 Ton Pakaian Layak Pakai untuk Disalurkan ke Panti Asuhan dan Lansia
KPK Periksa Puluhan Petinggi Forwarder di Sejumlah Pelabuhan untuk Ungkap Suap Impor Bea Cukai
Presiden Prabowo Tegaskan Pancasila Bukan Sekadar Slogan, Melainkan Pedoman Hidup Berbangsa