LONDON Viktor Gyokeres di Emirates Stadium. Ia diharapkan jadi kepingan pamungkas untuk gelar juara Mikel Arteta. Tapi kenyataan? Sama sekali berbeda.
Hingga kini, sang striker Swedia itu masih mandul. Belum ada tanda-tanda ketajaman mengerikan yang ia pamerkan musim lalu bersama Sporting CP. Situasi ini, tentu saja, memicu tanda tanya besar. Apa yang sebenarnya terjadi di lini depan The Gunners?
Reputasi Gyokeres saat datang sungguh mentereng. Dia adalah salah satu penyerang paling produktif di Eropa. Penggemar Arsenal berharap ia membawa dimensi fisik dan naluri membunuh yang selama ini dirindukan. Namun, adaptasinya berjalan lambat. Jauh dari ekspektasi.
Banyak yang bertanya-tanya. Apakah gaya Premier League yang keras jadi penghalang? Atau jangan-jangan, skema permainan Arsenal sendiri yang belum pas untuk memaksimalkan kemampuannya?
Striker yang Terisolasi
Mantan bek Arsenal, Emmanuel Eboue, punya pandangan yang cukup tajam. Menurutnya, masalahnya bukan pada kualitas Gyokeres. Melainkan pada kurangnya dukungan dari kawan-kawan setimnya, terutama dari lini kedua dan para pemain sayap.
Dalam sebuah wawancara, Eboue tak ragu menyebut para pemain sayap Arsenal saat ini terlalu egois. Fokus mereka lebih ke arah mencetak gol sendiri ketimbang melayani sang striker.
Artikel Terkait
Drama di Istora: Jafar/Felisha Gagal ke Final Usai Duel Sengat Tiga Gim
Alwi Farhan Gasak Lawan, Lolos ke Final Indonesia Masters
Andy Robertson di Persimpangan: Anfield atau Tottenham?
Veda Ega Pratama Resmi Masuk Kandang Banteng Merah, Siap Guncang Moto3