Malam yang Kelam untuk Raksasa Inggris di Liga Champions
ISTANBUL Suasana di Nef Stadiun benar-benar mencekam untuk Liverpool. Mereka harus pulang dengan kekalahan tipis 1-0 dari Galatasaray di leg pertama 16 besar Liga Champions. Gol penentu datang sangat cepat, di menit ketujuh. Mario Lemina yang menyambut umpan silang Victor Osimhen dengan sundulan tajam, menggetarkan gawang The Reds.
Rasanya, ini bukan hari yang baik untuk klub-klub Inggris. Di Madrid, nasib lebih buruk dialami Tottenham Hotspur. Mereka dihajar Atletico Madrid dengan skor telak 2-5. Gimana nggak, babak pertama saja Spurs sudah kebobolan empat kali tanpa balas!
Marcos Llorente membuka keran gol di menit ke-6. Antoine Griezmann, Julian Alvarez, dan Robin Le Normand menyusul dalam rentang waktu yang sangat singkat. Baru di menit 26, Pedro Porro berhasil membobol gawang Jan Oblak, mengubah skor menjadi 1-4.
Namun begitu, harapan Spurs untuk bangkit pupus di babak kedua. Alvarez kembali mencetak gol, memperbesar keunggulan tuan rumah. Dominic Solanke hanya bisa memperkecil ketertinggalan di menit 76. Laga pun berakhir dengan keunggulan nyata Los Colchoneros.
Di sisi lain, Newcastle United nyaris meraih kemenangan dramatis atas Barcelona. Harvey Barnes sepertinya akan jadi pahlawan setelah mencetak gol di menit 86. Tapi, mimpi itu buyar di detik-detik akhir. Lamine Yamal, pemain muda berbakat Barca, dengan dingin mengeksekusi penalti di menit 90 6. Skor akhir 1-1.
Sementara itu, di Bergamo, terjadi pembantaian. Bayern Munchen menunjukkan kekuatan sebenarnya dengan menggasak Atalanta 6-1. Mereka unggul enam gol lebih dulu sebelum akhirnya kebobolan di injury time. Josip Stanišić, Michael Olise (dua gol), Serge Gnabry, Nicolas Jackson, dan Jamal Musiala adalah pencetak gol bagi raksasa Jerman itu. Mario Pašalić hanya bisa mencetak gol hiburan untuk Atalanta.
Dengan hasil ini, peta perjalanan ke perempat final mulai jelas. Bayern Munchen hampir pasti melangkah. Begitu pula Atletico Madrid, meski mereka harus bertandang ke London nanti.
Untuk Liverpool, situasinya belum berakhir. Mereka punya Anfield sebagai benteng di leg kedua. Peluang untuk membalikkan keadaan masih terbuka, meski sempit.
Yang paling diuntungkan mungkin Barcelona. Hasil imbang 1-1 di tandang memberi mereka posisi yang nyaman. Kemenangan 1-0 di Camp Nou pekan depan sudah cukup untuk melaju. Tekanan sekarang sepenuhnya ada di pundak Newcastle.
Artikel Terkait
Tim Bulu Tangkis Indonesia Hajar Aljazair 5-0 di Piala Thomas 2026, Debut Manis Raymond/Nikolaus
Veda Ega Pratama Terpaksa Lolos Q1 di Moto3 Spanyol, Catat Waktu Lebih Cepat tapi Peringkat ke-16
Persib Imbang Tanpa Gol Lawan Arema, Bobotoh Kritisasi Performa Marc Klok
MotoGP Spanyol 2026 Siap Digelar Akhir Pekan Ini, Bezzecchi Incar Kemenangan Keempat Beruntun