Gyokeres Terjebak di Emirates: Ego Sayap Arsenal Hambat Striker Baru?

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:30 WIB
Gyokeres Terjebak di Emirates: Ego Sayap Arsenal Hambat Striker Baru?

“Saya sering memperhatikannya saat masih di Portugal, dia adalah penyerang yang sangat tangguh. Masalahnya di Arsenal, para pemain sayap tidak cukup sering melayaninya. Mereka semua ingin mencetak gol sendiri, padahal ada striker yang tugas utamanya adalah menuntaskan peluang,” tegas Eboue.

Ia lantas mengenang masa keemasan Arsenal di bawah Arsene Wenger. Saat itu, seluruh tim bekerja untuk memanjakan Thierry Henry.

“Henry selalu mengingatkan kami saya, Clichy, Ashley Cole bahwa dia adalah ujung tombak. Tugas kami adalah menciptakan peluang untuknya, bukan sebaliknya. Filosofi itulah yang tampaknya hilang dari permainan Arsenal sekarang,” tambahnya.

Nah, kalau dilihat dari lapangan, ada beberapa faktor teknis yang mungkin jadi biang kerok. Di Sporting, Gyokeres terbiasa mendapat umpan vertikal cepat yang membuatnya bisa berduel satu lawan satu. Gaya main Arsenal yang cenderung menguasai bola dengan ritme lamban justru memberi waktu lawan untuk bersiap dan menutup semua ruang.

Statistik juga bicara. Pemain sayap Arsenal musim ini tercatat lebih sering menembak daripada memberikan umpan silang matang ke kotak penalti. Tanpa servis udara atau umpan tarik yang tepat, Gyokeres akan terus terpenjara di antara badan-badan bek lawan.

Belum lagi tekanan mental. Menjadi “solusi juara” dengan harga transfer fantastis bukan beban ringan. Satu gol pembuka bisa jadi kunci untuk meledakkan kepercayaan dirinya kembali.

Jadi, jalan keluarnya apa? Arsenal perlu mengkalibrasi ulang kerja sama tim. Jika Mikel Arteta bisa mengarahkan para pemain sayapnya untuk lebih banyak melayani, bukan mustahil Gyokeres akan segera meledak. Dan semua keraguan itu akhirnya bisa dibungkam.


Halaman:

Komentar