Jakarta – Suasana ramai Pasar Induk Kramat Jati, Rabu (11/3/2026) pagi, menjadi latar belakang kunjungan Mendag Budi Santoso. Ia datang untuk mengecek langsung harga dan ketersediaan bahan pokok, menyambut lonjakan permintaan jelang Idulfitri tahun depan.
“Berdasarkan pantauan kami melalui sistem SP2KP yang menjangkau 550 titik pasar di sekitar 514 kabupaten dan kota, hingga saat ini harga kebutuhan bahan pokok masih terkendali dan pasokan dalam kondisi terjamin,” ujar Budi kepada para wartawan yang mengepungnya di antara lapak sayur dan daging.
Pernyataannya itu ingin menegaskan bahwa pemerintah punya mata di mana-mana. Sistem pemantauan digital mereka, katanya, bisa melacak fluktuasi harga secara real-time. Tujuannya sederhana: mendeteksi lebih dini jika ada gangguan pasokan di pasar-pasar tradisional sebelum jadi masalah besar.
Hasil pantauan di lapangan sejauh ini cukup menggembirakan. Sejumlah komoditas kunci masih berada dalam batas wajar. Bahkan, harganya masih patuh pada aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan.
Mendag lalu merinci angka-angkanya. Untuk daging ayam, harganya berkisar Rp40.000 per ekor. Sedangkan daging sapi memang bervariasi, mulai dari Rp130.000 sampai Rp150.000 per kilogram. Namun begitu, rata-rata transaksi di lapangan masih stabil di angka Rp140.000. Angka itu sesuai dengan patokan HET.
“Pemerintah akan terus menjamin bahwa kebutuhan bahan pokok menjelang Lebaran ini tetap tersedia dengan harga yang stabil,” tegas Budi, mencoba meyakinkan.
Artikel Terkait
Polri Imbau Warga Laporkan Permintaan Sumbangan yang Dipaksakan Jelang Lebaran
BRIN dan Kemenbud Sepakat Dorong Riset Peradaban 1,8 Juta Tahun dan Digitalisasi Bahasa
Pemerintah Luncurkan I-Bio Fund untuk Pendanaan Keanekaragaman Hayati
Polisi Ungkap Linggis sebagai Alat Pembunuhan Pensiunan JICT di Bekasi