New York: Selera risiko investor tampaknya kembali muncul di pasar. Hal ini terlihat dari penguatan Bitcoin pada perdagangan Selasa waktu setempat, atau Rabu pagi WIB. Mata uang kripto terbesar dunia itu naik 2,1 persen, menembus level USD 69.869 per koin.
Kenaikan ini cukup signifikan, mengingat posisinya sehari sebelumnya sempat terpuruk. Bitcoin pernah terjun bebas ke area USD 65 ribu dalam 24 jam terakhir. Saat itu, investor seperti berlarian menghindari aset berisiko tinggi. Pemicunya adalah lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran inflasi global bakal meledak.
Namun begitu, suasana pasar berubah setelah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menyebut perang yang melibatkan Iran mungkin akan segera berakhir. Komentar itu cukup menenangkan pasar keuangan yang sebelumnya terguncang oleh bayang-bayang konflik regional yang berkepanjangan.
Meski begitu, ia juga memberikan catatan. Menurutnya, kemungkinan besar perang tidak akan berakhir dalam minggu ini. Trump bahkan memberi peringatan keras. Ia menyatakan AS akan merespons "20 kali lebih keras" jika Iran mencoba menutup Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak global.
Artikel Terkait
Pemimpin Kawasan dan Eropa Bahas Peningkatan Keamanan Usai Serangan Terkini
Polri Tingkatkan Patroli di Kawasan Rawan Jelang Mudik Lebaran
BNPP Kerahkan Alat Berat dan Padat Karya untuk Buka Akses Pasca Banjir Aceh
Polisi Tetapkan Kematian Pria di Bintaro sebagai Bunuh Diri