Selepas arus mudik 2026, Jakarta kembali menjadi magnet bagi para pencari harapan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa pemerintahannya kini tengah aktif mendata para pendatang yang berdatangan ke Ibu Kota. Ternyata, tak sedikit dari mereka yang tiba dengan persiapan yang minim.
“Kami sudah mulai mendapatkan laporan ada beberapa pendatang yang belum mengetahui tentang Jakarta ketika sampai di Jakarta,” ujar Pramono di gedung DPRD DKI, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, orang-orang seperti itu pasti akan didata. Mereka datang dengan satu impian utama: mengadu nasib. Harapannya sederhana tapi berat, yakni mendapatkan pekerjaan yang layak di kota metropolitan ini.
“Rata-rata mereka memang menaruh harapan bisa mencari peluang untuk bekerja di Jakarta,” tambahnya.
Di sisi lain, Pramono kembali menegaskan sikap pemerintah daerah. Melihat fenomena kedatangan ini, operasi yustisia bukanlah pilihan. Pernyataan ini konsisten dengan komitmennya bahwa Jakarta adalah kota yang terbuka untuk siapa saja.
Artikel Terkait
Videografer Ditahan atas Kasus Proyek Video Desa, DPR Desak Pertimbangan Keadilan Substantif
Pemprov DKI Siap Terapkan WFH Satu Hari Seminggu untuk Hemat Energi
Bank bjb dan Pemda Jabar Salurkan Rp 700 Miliar untuk Perbaiki 35.000 Rumah Tidak Layak Huni
Kejagung Geledah 14 Lokasi Terkait Kasus Korupsi Tambang Samin Tan