Peringatan itu disampaikan dengan nada yang garang. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, pada Jumat malam sebelumnya bersikap blak-blakan.
"Jari kami sudah berada di pelatuk," katanya, menegaskan kesiapan pasukannya untuk menembak musuh, yakni AS dan Israel.
Dengan satu serangan, ketegangan di Timur Tengah pun memasuki babak baru. Dan babak ini terasa semakin panjang.
Artikel Terkait
Bank bjb dan Pemda Jabar Salurkan Rp 700 Miliar untuk Perbaiki 35.000 Rumah Tidak Layak Huni
Kejagung Geledah 14 Lokasi Terkait Kasus Korupsi Tambang Samin Tan
Pemerintah Dorong Hilirisasi Biofuel dari Jagung, Ubi, dan Tebu untuk Jawab Krisis Energi
Varian Covid-19 Cicada BA.3.2 Meluas di AS, WHO Pantau Peningkatan Penularan