Suasana di Pendopo Kabupaten Malang pagi itu cukup meriah. Sebelum acara resmi dimulai, para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 47 Malang sudah memukau ratusan undangan dengan pidato, puisi, dan paduan suara. Beberapa peserta bahkan ikut bersenandung, tepuk tangan riuh menggema. Di tengah kemeriahan itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul hadir, menyaksikan langsung penampilan penuh percaya diri anak-anak tersebut.
Namun begitu, fokus pertemuan itu tetaplah serius. Dalam acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden, Gus Ipul lantas mengingatkan semua pihak mulai dari Bupati, jajaran dinas, hingga kepala desa dan RT/RW akan satu hal penting: layanan sosial.
"Saya ingin para Kades ini menghidupkan Puskesos. Pusat Kesejahteraan Sosial," tegas Gus Ipul dalam arahan yang disampaikannya, Senin (30/3).
Ajakan itu bukan tanpa alasan. Menurutnya, peran pemerintah daerah dalam pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sangatlah krusial. Ini soal keakuratan data, agar bantuan sosial tak salah sasaran.
"Ini jalur formal, sangat strategis. Peran RT/RW strategis, Operator SIKS-NG strategis, Kepala Desa punya peran kunci," ungkapnya.
Ia menjelaskan, kepala desa beserta jajarannya punya wewenang untuk mencoret atau mengusulkan warga yang dianggap layak menerima bantuan, tentu dengan merujuk kriteria dari BPS. Karena itu, keterlibatan mereka mutlak diperlukan.
Di sisi lain, Gus Ipul tak menampik bahwa partisipasi masyarakat langsung juga penting. Masyarakat bisa mengakses kanal seperti aplikasi cek bansos, call center, atau WhatsApp center yang disediakan Kemensos.
"Lewat aplikasi cek bansos. Itu khusus untuk masyarakat. Kalau operator, pakainya SIKS-NG," jelasnya.
Tapi, ia punya harapan lebih. Puskesos yang dihidupkan di tingkat desa itu, kata dia, bisa menjadi saluran utama untuk menampung usulan dan keluhan warga terkait layanan sosial. Bahkan, keluhan itu nantinya harus ditindaklanjuti melalui sebuah sistem.
"Ada sistemnya namanya SLRT. Sistem Layanan Rujukan Terpadu. Artinya, keluhan-keluhan itu harus ditindaklanjuti, tidak berhenti di situ saja," imbuh Gus Ipul.
Lebih jauh, ia menyoroti maksud besar di balik semua upaya ini. Melalui Inpres Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN, Presiden Prabowo Subianto ingin memastikan seluruh warga yang berhak mendapat perlindungan sosial benar-benar terjangkau program prioritas.
Gus Ipul lalu menunjuk ke arah panggung, mengingatkan semua yang hadir.
"Anak-anak Sekolah Rakyat yang tadi tampil, mereka berasal dari keluarga 'The Invisible People'. Keluarga yang sudah tak sanggup lagi menyekolahkan anaknya."
Pernyataan itu seolah mendapat sambutan dari Bupati Malang, Sanusi, yang mengaku terkagum-kagum dengan penampilan siswa SRT. Baginya, memberikan akses pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu adalah bentuk nyata berbagi manfaat.
"Kalau punya pengetahuan dan kemampuan, sedekahkanlah. Seperti yang dilakukan Sekolah Rakyat ini. Tadi luar biasa, anak-anak sudah bisa berpidato dua bahasa," kata Sanusi.
Acara yang digelar sejak pukul sembilan pagi itu dihadiri pula oleh Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib, Sekda beserta Forkopimda Kabupaten Malang, dan sejumlah pejabat eselon tinggi dari Kemensos. Kolaborasi, tampaknya, jadi kata kunci yang diharapkan tak sekadar wacana di pendopo.
Artikel Terkait
Donnarumma Bantah Isu Tuntutan Bonus Pemain Timnas Italia di Tengah Gagal Lolos Piala Dunia 2026
Polisi Amankan 15 Pemuda dan Sita Celurit dalam Patroli Antitawuran di Jakarta Timur
Timnas FA7 Indonesia Tembus Semifinal Piala Dunia 2026, Tantangan Brasil Menanti
Karyawan Warung Sate di Setiabudi Curi Motor Rekan Kerja, Diduga Hasilnya untuk Beli Narkoba