Kondisi Andrie Yunus, aktivis KontraS yang menjadi korban penyiraman zat kimia, masih terus dipantau langsung oleh Kementerian HAM. Pemantauan itu difokuskan pada proses pengobatannya di RSUP Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Tujuannya jelas: memastikan penanganan medis berjalan optimal, terutama untuk mata kanannya yang mengalami kerusakan paling parah.
Mikael Azedo Harwito, Kepala Kantor Wilayah KemenHAM DKI Jakarta, memberikan keterangan terbaru pada Minggu. Menurutnya, berdasarkan koordinasi dengan rumah sakit, kondisi Andrie masih memerlukan perawatan intensif. Fokus utama tim dokter saat ini adalah menjaga fungsi dan struktur organ yang terdampak.
"Kondisi ini menyebabkan penipisan jaringan di sekitarnya sehingga memerlukan tindakan lanjutan guna mendukung proses penyembuhan," kata Azedo.
Ia membeberkan temuan yang cukup mengkhawatirkan. Dalam tiga hari terakhir, tim medis mendapati iskemia atau kekurangan aliran darah di area bawah sklera mata kanan korban. Angkanya sekitar 40 persen, dan hal itu memicu penipisan jaringan.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Pemerintah Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Ancaman Krisis Global
Pria di Medan Tikam Tetangga Hingga Luka Berat, Motifnya Debu dari Sapuan Lantai
Pelatih Baru Timnas Indonesia Janjikan Lolos ke Piala Dunia dalam Empat Tahun
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pimpin Inisiatif Perdamaian di Islamabad di Tengah Eskalasi Konflik