Suasana di Islamabad terasa berbeda pagi itu. Di tengah langit yang cerah, pesawat khusus yang membawa Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud, mendarat di Pakistan. Tanggalnya, Minggu, 29 Maret 2026. Kedatangannya bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah misi genting untuk mencari celah perdamaian di Timur Tengah.
Konflik yang sudah berlarut sebulan penuh itu memang mengerikan. Lebih dari 3.000 nyawa telah melayang. Pangeran Faisal memimpin inisiatif diplomatik regional yang diharapkan bisa menghentikan pertumpahan darah ini. Namun begitu, jalan menuju meja perundingan pasti berliku.
Pemerintah Pakistan sendiri sudah mengonfirmasi. Mereka menyebut bahwa bukan hanya Arab Saudi yang turun tangan. Negara-negara kunci lain, seperti Turki dan Mesir, juga mengirimkan diplomat tinggi mereka ke Islamabad. Pertemuan luar biasa ini digelar dalam situasi yang makin panas.
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Gagal Finis di Moto3 AS Usai Insiden Highside
Presiden Prabowo Sambut Hangat Diaspora Indonesia di Tokyo
Pria Ditemukan Tewas dengan Luka Tajam di Pasar Malioboro Jambi
Kepatuhan LHKPN DPR Terendah, Hanya 55,14% yang Lapor