Dominasi An Se-young akhirnya runtuh juga. Di final All England 2026 yang digelar di Birmingham, Minggu lalu, Wang Zhi Yi dari China berhasil mengakhiri rentetan kekalahannya dari sang rival Korea Selatan. Butuh sepuluh final bagi Wang untuk akhirnya menaklukkan An, yang selama ini seolah jadi tembok penghalangnya. Skor akhir 21-15 dan 21-19 cukup berbicara tentang betapa gigihnya perjuangan itu.
Pertandingan ini mempertemukan dua pemain terbaik dunia, dan Wang membuktikan dirinya layak di puncak. Gim pertama berjalan relatif mulus untuknya. Meski sempat tertinggal 0-3 di awal, dia dengan cepat mengambil alih kendali. Permainan di depan netnya sangat efektif, memaksa An berlari. Dia memimpin 11-6 saat jeda dan tak pernah benar-benar kehilangan kendali, menutup gim pertama dengan 21-15.
Namun begitu, gim kedua jauh lebih menegangkan. An Se-young, juara bertahan, tampak bangkit. Dia memimpin 9-6 dengan memanfaatkan momen-momen ceroboh Wang. Tapi, sang petenis China punya jawabannya. Dia berhasil membalikkan keadaan tipis, memimpin 11-10 saat interval.
Artikel Terkait
Wakil Ketua MPR Desak Deteksi Dini Kesehatan Mental di Sekolah, Angka Remaja Berisiko Capai 34,9%
Setara Institute Apresiasi Inisiatif Daerah Perkuat Toleransi di Akar Rumput
Polri Resmikan Pusat Studi Soepomo dan Luncurkan Tujuh Pusat Kajian Baru di STIK
Kebocoran Tabung Gas di Bogor Tengah Lukai Tiga Anggota Keluarga