Sebagai tindak lanjut, pada 25 Maret 2026 lalu, Andrie telah menjalani operasi besar. Prosedur terpadu ini melibatkan dokter spesialis mata dan bedah plastik. Mereka melakukan pemindahan jaringan untuk menutup area terbuka, memasang membran amnion, serta memasang kembali lensa pelindung mata.
Namun begitu, tantangan belum berakhir. Tim medis juga menemukan penipisan jaringan kornea yang bersifat progresif. Ini terjadi karena proses inflamasi atau peradangan masih berlangsung. Dari sisi bedah plastik, dilakukan debridement alias pembuangan jaringan mati. Mereka juga melakukan cangkok kulit di area mata, dada, dan pundak untuk mempercepat penyembuhan luka bakar.
"Berdasarkan evaluasi tersebut, diputuskan untuk melakukan tindakan lanjutan guna menjaga kondisi jaringan dan mendukung proses penyembuhan," ujar Azedo menjelaskan.
Di sisi lain, aspek perlindungan juga tak kalah penting. Saat ini Andrie dirawat di ruang High Care Unit (HCU) dengan akses kunjungan yang sangat dibatasi. Keluarganya dan tim pendampingnya sendiri telah mendapatkan perlindungan dari LPSK.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Pemerintah Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Ancaman Krisis Global
Pria di Medan Tikam Tetangga Hingga Luka Berat, Motifnya Debu dari Sapuan Lantai
Pelatih Baru Timnas Indonesia Janjikan Lolos ke Piala Dunia dalam Empat Tahun
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pimpin Inisiatif Perdamaian di Islamabad di Tengah Eskalasi Konflik