Gelombang arus balik Lebaran 2026 ternyata benar-benar masif. Hingga H 7, atau Sabtu (28/3) kemarin, tercatat sudah 2,77 juta lebih kendaraan memadati jalan-jalan menuju Jakarta dan sekitarnya. Angka ini bukan main-main, mencakup pergerakan dari tanggal 11 hingga 28 Maret.
Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga, membeberkan datanya. Menurutnya, jumlah kumulatif itu dihitung dari empat gerbang tol utama: Cikampek Utama (dari Trans Jawa), Kalihurip Utama (dari Bandung), Cikupa (dari Merak), dan Ciawi (dari Puncak).
"Sebanyak 2,77 juta kendaraan yang kembali ke wilayah Jabotabek tersebut merupakan 81,72 persen dari total proyeksi 3,39 juta kendaraan yang diperkirakan kembali ke wilayah Jabotabek selama periode 11–31 Maret 2026,"
ujar Rivan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/3).
Lalu, dari mana saja asal kendaraan itu? Ternyata, hampir separuhnya membanjir dari arah timur. Rinciannya, 1.306.467 kendaraan (47,1%) datang dari Trans Jawa dan Bandung. Sementara dari arah barat (Merak) ada 815.036 kendaraan (29,4%), dan dari selatan (Puncak) sebanyak 652.264 kendaraan (23,5%).
Kalau dirinci lebih jauh, gerbang Cikampek Utama dari arah Trans Jawa diserbu 724.401 kendaraan naik fantastis 45,4% dari kondisi biasa. Sedangkan dari Bandung via Kalihurip, angkanya 582.066 kendaraan dengan kenaikan lebih modest, 2,9%.
Di sisi lain, arus dari barat justru sedikit lebih sepi. Melalui GT Cikupa dari Merak, 'hanya' 815.036 kendaraan yang tercatat, malah turun 1,4% dibanding lalu lintas normal. Agak mengejutkan, tapi mungkin ada penjelasan tersendiri.
Sementara dari arah Puncak lewat GT Ciawi, lalu lintasnya tetap padat dengan 652.264 kendaraan, meningkat 3,1%.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Pemerintah Jaga Ketahanan Pangan di Tengah Ancaman Krisis Global
Pria di Medan Tikam Tetangga Hingga Luka Berat, Motifnya Debu dari Sapuan Lantai
Pelatih Baru Timnas Indonesia Janjikan Lolos ke Piala Dunia dalam Empat Tahun
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pimpin Inisiatif Perdamaian di Islamabad di Tengah Eskalasi Konflik