Amran Sulaiman Ungkap Doa di Istiqlal dan Proyek Masjid 20 Ribu Jemaah di Makassar

- Minggu, 29 Maret 2026 | 12:00 WIB
Amran Sulaiman Ungkap Doa di Istiqlal dan Proyek Masjid 20 Ribu Jemaah di Makassar

Makassar – Sabtu (28/3/2026) lalu, AAS Building di Kota Makassar ramai oleh obrolan dan tawa. Suasana hangat, nyaris seperti reuni keluarga besar, menyelimuti acara Halalbihalal Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) Sulawesi Selatan.

Ini lebih dari sekadar temu kangen. Bagi warga Bone yang merantau di Makassar, momen pasca Idulfitri ini jadi ajang refleksi, mengingat kembali nilai-nilai kebersamaan dan keislaman yang jadi akar mereka.

Hadir di sana, berbaur dengan warga biasa, sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus organisasi kedaerahan. Intinya, silaturahmi. Tapi yang dirasakan, jauh lebih dalam dari itu: sebuah ikatan yang diperkuat dalam bingkai budaya dan spiritual khas Sulsel.

Di tengah keramaian itu, perhatian banyak tertuju pada Andi Amran Sulaiman. Sebagai Ketua Umum BPP KKSS, kehadirannya tentu dinanti. Dan pidatonya, berisi kisah pribadi yang mengalir natural, benar-benar menyita perhatian.

Doa di Istiqlal dan Mimpi Sebuah Masjid Megah

Amran bercerita tentang satu malam yang tak terlupakan. Ia pernah bermalam di Masjid Istiqlal. Dalam kesunyian dan kekhusyukan malam itu, ia memanjatkan sebuah doa, sekaligus menyimpan sebuah niat besar di hati: untuk kelak membangun masjid yang bisa memberi manfaat luas bagi umat.

“Niat itu saya simpan lama, dan alhamdulillah kini mulai terwujud,” ungkapnya.

Mimpi itu kini perlahan jadi kenyataan. Wujudnya adalah Masjid Hajjah Andi Nurhadi yang sedang dibangun di Panaikang, Makassar. Bukan masjid biasa. Tempat ibadah ini dirancang sebagai pusat peradaban Islam di Indonesia Timur, dengan kapasitas menampung hingga 20 ribu jemaah. Arsitekturnya modern, ikonik, dan punya cita-cita tinggi secara harfiah.

Amran bahkan menyebut, menara masjid itu direncanakan setinggi Monas. Tentu saja, dengan catatan semua perizinan dari pihak berwenang berjalan mulus. Targetnya, pembangunan masjid yang didedikasikan untuk ibundanya ini rampung tahun 2026. Ia berharap, kompleks ini nantinya tak cuma untuk shalat, tapi juga jadi jantung kegiatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags