Amran Sulaiman Ungkap Doa di Istiqlal dan Proyek Masjid 20 Ribu Jemaah di Makassar

- Minggu, 29 Maret 2026 | 12:00 WIB
Amran Sulaiman Ungkap Doa di Istiqlal dan Proyek Masjid 20 Ribu Jemaah di Makassar

Kekuatan Doa Ibu dan Pesan untuk Menjaga Lidah

Selain kisah spiritual, Amran juga membagikan pelajaran hidup dari masa kecilnya. Ia dibesarkan dalam keluarga besar dengan sebelas saudara. Konflik antar anak pasti ada. Tapi yang ia ingat, sang ibu tak pernah sekalipun menyelesaikan masalah dengan pukulan.

“Kalau kami bertengkar atau kelelahan karena ribut, ibu kami suruh minum. Lalu beliau mendoakan agar kami kelak jadi pemimpin,” kenangnya.

“Didikan itu yang membentuk kami. Doa ibu adalah kekuatan terbesar,” ujarnya, dengan nada yang terdengar haru.

Dari sanalah, menurutnya, fondasi persaudaraan sejati dibangun. Ia lantas mengingatkan semua yang hadir untuk selalu menjaga lisan. Dalam pergaulan, di mana pun, jangan sekali-kali menyebarkan keburukan orang lain.

“Jangan ceritakan kejelekan orang, tapi sampaikan kebaikannya. Itu yang akan mempererat persaudaraan,” pesannya tegas.

Pesan lain yang ia tekankan: jagalah hati ibu. Jangan pernah menyakiti mereka. Restu orang tua, khususnya ibu, adalah salah satu kunci yang ia yakini membawa keberhasilan dalam hidup.

Sebagai penutup, Amran menyampaikan wejangan dalam bahasa Bugis penuh kearifan: “Kita sipamase-mase, siruntuki matu ko suragana, Puang nge ko ri akherat.” Intinya, ajakan untuk saling mengasihi dan menumpuk bekal kebaikan untuk kehidupan akhirat.

Pesan-pesan itu disambut dengan anggukan dan gumaman setuju dari para hadirin. Acara Halalbihalal KKMB Sulsel pun berakhir dengan doa bersama. Sebuah penutup yang pas, untuk sebuah pertemuan yang bukan hanya merajut silaturahmi, tapi juga menguatkan tekad untuk berkontribusi lebih nyata.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags