Kekuatan Doa Ibu dan Pesan untuk Menjaga Lidah
Selain kisah spiritual, Amran juga membagikan pelajaran hidup dari masa kecilnya. Ia dibesarkan dalam keluarga besar dengan sebelas saudara. Konflik antar anak pasti ada. Tapi yang ia ingat, sang ibu tak pernah sekalipun menyelesaikan masalah dengan pukulan.
“Kalau kami bertengkar atau kelelahan karena ribut, ibu kami suruh minum. Lalu beliau mendoakan agar kami kelak jadi pemimpin,” kenangnya.
“Didikan itu yang membentuk kami. Doa ibu adalah kekuatan terbesar,” ujarnya, dengan nada yang terdengar haru.
Dari sanalah, menurutnya, fondasi persaudaraan sejati dibangun. Ia lantas mengingatkan semua yang hadir untuk selalu menjaga lisan. Dalam pergaulan, di mana pun, jangan sekali-kali menyebarkan keburukan orang lain.
“Jangan ceritakan kejelekan orang, tapi sampaikan kebaikannya. Itu yang akan mempererat persaudaraan,” pesannya tegas.
Pesan lain yang ia tekankan: jagalah hati ibu. Jangan pernah menyakiti mereka. Restu orang tua, khususnya ibu, adalah salah satu kunci yang ia yakini membawa keberhasilan dalam hidup.
Sebagai penutup, Amran menyampaikan wejangan dalam bahasa Bugis penuh kearifan: “Kita sipamase-mase, siruntuki matu ko suragana, Puang nge ko ri akherat.” Intinya, ajakan untuk saling mengasihi dan menumpuk bekal kebaikan untuk kehidupan akhirat.
Pesan-pesan itu disambut dengan anggukan dan gumaman setuju dari para hadirin. Acara Halalbihalal KKMB Sulsel pun berakhir dengan doa bersama. Sebuah penutup yang pas, untuk sebuah pertemuan yang bukan hanya merajut silaturahmi, tapi juga menguatkan tekad untuk berkontribusi lebih nyata.
Artikel Terkait
KPK Catat 94.542 Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN Jelang Batas Akhir
Arus Balik Lebaran 2026 Masih Padat, Kedatangan di Stasiun Jakarta Capai 52.896 Penumpang
KPK: 94 Ribu Pejabat Belum Lapor LHKPN, Batas Akhir 31 Maret 2026
Upaya Pencurian Motor Gagal di Kos Makassar Berkat Kehadiran Pemilik