Persiapan lain juga sudah digeber. Kemenhub, bersama polisi, pemda, dan operator, menyiapkan skenario pengendalian lalu lintas yang fleksibel berdasarkan kondisi di lapangan. Intinya, mengoptimalkan kapasitas angkutan dan memperkuat layanan di pelabuhan.
Tapi semua rencana itu bisa buyar kalau masyarakat tidak ikut serta. Kemenhub menegaskan, partisipasi publik adalah kunci utama. Mereka meminta para pemudik untuk pintar-pintar mengatur waktu, jangan sampai semua berangkat berbarengan di hari yang sama.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan secara bersamaan pada waktu puncak. Mengatur jadwal keberangkatan dan memastikan kondisi kendaraan laik jalan menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran arus balik,”
kata Titis menambahkan.
Ada satu hal lain yang juga perlu diwaspadai. Kemenhub mengingatkan soal maraknya balon udara liar yang sering diterbangkan saat Lebaran Ketupat. Balon-balon itu, yang lepas tanpa kendali, berisiko nyelonong ke jalur penerbangan dan membahayakan keselamatan pesawat.
Intinya, di tengin hiruk-pikuk arus balik ini, keselamatan tetap jadi prioritas nomor satu. Pemerintah dan semua stakeholder berupaya keras agar perjalanan pulang masyarakat bisa aman, nyaman, dan yang paling penting tetap terkendali.
Artikel Terkait
KAI Tambahkan Pemberhentian di Jatinegara Antisipasi Macet Monas
Korlantas Siapkan Skenario One Way Tahap Ketiga Antisipasi Puncak Arus Balik
KPK Imbau Kepala Daerah Evaluasi Penyalahgunaan Kendaraan Dinas untuk Mudik
Jasa Marga Operasikan Japek II Selatan untuk Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran