Arus balik Lebaran 2026 ke Jakarta memang selalu jadi tantangan. Nah, untuk mengurai kemacetan yang sudah bisa ditebak itu, PT Jasa Marga punya satu jurus: mengoperasikan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, atau yang biasa disebut Japek II Selatan. Tol ini dibuka sementara dan rupanya cukup efektif. Fungsinya untuk membagi arus lalu lintas dari Bandung dan sekitarnya, supaya nggak semua numpuk di jalur utama.
Menurut Rivan A. Purwantono, Dirut Jasa Marga, langkah ini strategis banget. Tujuannya jelas, mengurangi beban di ruas utama Jakarta-Cikampek, terutama di titik rawan macet seperti KM 66.
kata Rivan dalam keterangannya, Jumat lalu (27/3/2026).
Data terkini menunjukkan, arus balik menuju Jabotabek sudah mencapai 2,36 juta kendaraan. Angka itu setara dengan 69,45% dari total proyeksi yang diperkirakan mencapai 3,39 juta kendaraan. Meski begitu, bukan berarti situasi sudah aman. Justru, lonjakan masih berpotensi terjadi di akhir pekan, tanggal 28 sampai 29 Maret nanti.
Di sinilah kehadiran Japek II Selatan jadi penting. Jalur alternatif ini diharapkan bisa menampung peningkatan volume kendaraan, sehingga kemacetan parah di ruas utama bisa dihindari.
Artikel Terkait
KPK Imbau Kepala Daerah Evaluasi Penyalahgunaan Kendaraan Dinas untuk Mudik
Kemenhub Antisipasi Puncak Arus Balik 28-29 Maret 2026, Imbau Masyarakat Hindari Keberangkatan Serempak
Israel Serang Fasilitas Nuklir dan Industri Iran, Korban Jiwa Berjatuhan
Arus Balik H+7, Jasa Marga Berlakukan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek