ujarnya dalam keterangan tertulis yang dirilis Jumat (27/3/2026).
Nah, kalau dirinci, tagihan bersih ke pemerintah pusat justru menunjukkan akselerasi. Pertumbuhannya mencapai 25,6 persen, lebih tinggi dari bulan Januari yang 22,6 persen. Di sisi lain, penyaluran kredit justru melambat. Pada Februari, kredit hanya tumbuh 8,9 persen, turun dari capaian Januari sebesar 10,2 persen. Dua faktor yang berkebalikan ini, tampaknya, yang membentuk gambaran akhir perlambatan likuiditas secara keseluruhan.
Jadi, meski ada dorongan dari sisi pemerintah, pelambatan kredit perbankan rupanya punya pengaruh yang lebih kuat untuk meredam laju uang beredar. Situasi yang menarik untuk diamati perkembangannya di bulan-bulan mendatang.
Artikel Terkait
Herdman Buka Ruang untuk Pemain Muda Timnas Indonesia, Targetkan Persiapan AFF 2026
Eredivisie Tolak Permintaan Ulang Laga Terkait Status Dua Pemain Timnas Indonesia
Gubernur DKI Pramono Anung Pastikan Perjuangkan Nasib PPPK
Macet Parah Landa Tanjung Bunga Imbas Pensi Smansa 2026 yang Dihadiri Ribuan Penonton