"Nilai BHR sebesar Rp400 miliar mungkin belum signifikan jika dibandingkan dengan ukuran ekonomi Indonesia. Kendati demikian, bagi driver ojol, ini merupakan bantuan yang luar biasa bermanfaat dan pantas diapresiasi,"
tutur Wijayanto.
Pandangan serupa datang dari Kementerian Koordinator Perekonomian. Mereka menekankan bahwa mudik Lebaran bukan sekadar perpindahan manusia, tapi punya efek berantai yang kuat. Mulai dari UMKM, pedagang kaki lima, hingga jasa transportasi, semuanya kebagian rezeki.
"Dengan potensi yang besar tersebut, sinergi kebijakan serta penguatan peran UMKM menjadi kunci untuk mengoptimalkan momentum mudik Lebaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,”
jelas Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto.
Angkanya pun cukup menggigit. Stimulus fiskal lebih dari Rp12,8 triliun, bansos hampir Rp12 triliun untuk jutaan keluarga, plus diskon tarif transportasi nyaris Rp1 triliun. Semua ini ditujukan untuk mendorong konsumsi yang kontribusinya terhadap PDB memang dominan, mencapai lebih dari setengah.
Jadi, dengan kombinasi momentum alamiah dan suntikan kebijakan, harapan untuk pertumbuhan kuartal I yang kuat dan merata memang punya dasar. Tinggal menunggu realisasinya di lapangan.
Artikel Terkait
Trump Tunda Serangan ke Iran atas Permintaan Teheran, Beri Waktu 10 Hari untuk Negosiasi
Harga Minyak Tembus USD100, Trump Klaim Dapat Hadiah 10 Kapal Tanker dari Iran
Pembiayaan BSI Tembus Rp323 Triliun, Bisnis Emas Jadi Penggerak Utama
BMKG Prakirakan Hujan Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia Hari Ini