Kementerian Kebudayaan Terapkan WFH dan Efisiensi Energi Respons Krisis Global

- Jumat, 27 Maret 2026 | 05:15 WIB
Kementerian Kebudayaan Terapkan WFH dan Efisiensi Energi Respons Krisis Global

Jakarta - Menyikapi ancaman krisis energi global, Kementerian Kebudayaan mulai mengencangkan ikat pinggang. Menteri Kebudayaan Fadli Zon baru-baru ini mengeluarkan instruksi tegas soal efisiensi energi dan penyesuaian pola kerja di seluruh lingkungan kementeriannya. Langkah ini bukan inisiatif sendiri, melainkan respons atas arahan langsung dari Presiden RI agar seluruh kementerian dan lembaga berhemat.

“Penghematan yang perlu dilakukan antara lain melalui kebijakan Work from Home (WFH), efisiensi anggaran, dan transformasi pembangkit tenaga surya,”

begitu penegasan Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3/2026). Pernyataan itu disampaikan usai rapat daring dengan jajaran pejabatnya sehari sebelumnya.

Nah, rencananya, Kementerian Kebudayaan akan menerapkan WFH satu hari dalam seminggu. Tapi Fadli buru-buru menegaskan, efisiensi ini tak boleh mengorbankan kualitas layanan publik. Menurutnya, standar pelayanan baik daring maupun luring harus tetap sama.

“Jadi tidak mengurangi pelayanan, dan mendorong penerapan SPBE, Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik,” tuturnya.

Dia juga mengingatkan seluruh stafnya untuk punya sense of emergency menghadapi gejolak ekonomi dunia. Bagi Fadli, efisiensi ini lebih dari sekadar memangkas anggaran. Ini adalah langkah strategis untuk menjaga stabilitas kinerja kementerian di tengah ketidakpastian global.

“Kita tahu kebutuhan BBM ini adalah kebutuhan yang sangat vital, sangat esensial, dan juga bisa menimbulkan berbagai dampak lainnya. Kita harus bersiap bahwa ada efisiensi. Berharap yang terbaik, tapi juga harus menyiapkan skenario yang terburuk, atau hope for the best, but prepare for the worst,” ungkapnya.

Langkah konkret lainnya adalah pembatasan operasional perangkat elektronik dan pemakaian kendaraan dinas. Tujuannya jelas: menekan konsumsi energi secara signifikan. Kebijakan ini disebutnya sebagai bagian dari langkah taktis untuk mengalihkan anggaran operasional rutin ke program yang dampaknya langsung terasa bagi pelestarian budaya.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags