Dengan mulai membaiknya kepatuhan terhadap SLHS, diharapkan operasional ribuan dapur ini bisa berangsur normal kembali.
Nah, kalau dirinci, alasan pemberhentian operasional ini terbagi dua. Ada yang karena kejadian menonjol (KM), misalnya saat terjadi gangguan pencernaan pada penerima manfaat. Ada juga yang non-kejadian menonjol (Non-KM), contohnya karena pembangunan dapur yang tak sesuai petunjuk teknis.
Untuk suspensi akibat KM, datanya seperti ini: Wilayah I (17 SPPG), Wilayah II (27 SPPG), dan Wilayah III (28 SPPG). Totalnya 72 unit.
Sementara untuk kategori Non-KM, angkanya lebih besar: Wilayah I (198 SPPG), Wilayah II (464 SPPG), dan Wilayah III (30 SPPG). Jika dijumlah, ada 692 SPPG yang terkena imbas.
Lantas, berapa banyak yang masih terhenti hingga kini? Status penghentian operasional masih melekat pada 215 SPPG di Wilayah I, 491 SPPG di Wilayah II, dan 58 SPPG di Wilayah III. Secara keseluruhan, masih ada 764 unit yang belum kembali beroperasi.
(Nadya Kurnia)
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran, Ruas Tol Semarang Kembali Diberlakukan One Way Lokal
Korban Tewas Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun 30 Persen
Prabowo dan Menteri Bahas Percepatan Program Sampah Jadi Energi
Analis Prediksi Harga Pertalite Berpotensi Naik 10-15 Persen