Jadi, intinya ada pada kekuatan investasi dan kerja sama antar berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya jelas: manfaatnya harus bisa dirasakan masyarakat secepat mungkin.
Sebelum pertemuan ini, sebenarnya Danantara sudah bergerak lebih dulu. Mereka telah menunjuk dua perusahaan asal China sebagai mitra operator. Proyek pengolahan sampah menjadi listrik atau WtE di Bekasi akan dioperasikan oleh Wangneng Environment Co., Ltd.
Sementara untuk wilayah Denpasar Raya dan Bogor Raya, Danantara menggandeng Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. Kolaborasi dengan kedua perusahaan itu diharapkan bisa mendorong realisasi program dari hulu ke hilir.
Pertemuan di Hambalang ini, dengan demikian, seperti memberi angin segar. Isu sampah dan energi tampaknya memang sedang diprioritaskan, dan langkah konkret mulai terlihat garis besarnya.
Artikel Terkait
Tiket Kereta Ekonomi Kerakyatan Mudik Lebaran 2026 Laris, Okupansi Lampaui 100%
TAUD Kecam Konferensi Pers TNI, Penjelasan Kasus Andrie Yunus Dinilai Tak Sentuh Substansi
Komnas HAM Belum Ambil Sikap, Proses Penyidikan Kasus Penyiraman Aktivis KontraS Berlanjut
Negara-negara Asia Antre Minyak Rusia di Tengah Ketegangan Timur Tengah