Menjelang FIFA Series 2026, pelatih Bulgaria, Aleksandar Dimitrov, justru memuji lawan potensialnya. Dia dengan jujur mengakui bahwa Timnas Indonesia kini adalah tim yang kuat. Menurutnya, kunci kekuatan Garuda ada di pemain-pemainnya yang berkarier di Eropa.
Bulgaria sendiri adalah salah satu peserta turnamen persahabatan yang digelar di Indonesia ini. Mereka dijadwalkan menghadapi Kepulauan Solomon di semifinal, Jumat (27/3/2025) nanti di SUGBK. Laga itu bakal dimulai pukul tiga sore.
Semifinal lainnya, tentu saja, menampilkan tuan rumah Indonesia yang akan berjumpa dengan Saint Kitts and Nevis pada pukul 20.00 WIB. Pemenang dari kedua pertandingan itu nantinya akan bentrok di final, 30 Maret 2026.
Meski belum tentu bertemu, Dimitrov rupanya sudah menyiapkan analisis khusus untuk Timnas Indonesia. Dia bukan orang asing untuk sepak bola Tanah Air, pernah menjadi asisten pelatih timnas kita di tahun 2007 lalu.
“Senang, saya senang, saya sangat senang. Dan saya melihat Indonesia berada di tingkat yang sangat, sangat tinggi untuk semuanya,”
Ucap Dimitrov kepada media, Rabu malam lalu di kawasan Senayan, Jakarta. Kesan senangnya itu bukan tanpa alasan. Dia melihat perkembangan Indonesia sangat signifikan.
Di sisi lain, mantan pemain Persija Jakarta ini punya penilaian tajam. Menurutnya, peningkatan kualitas Timnas Indonesia tak lepas dari banyaknya pemain yang kini bersaing di liga-liga top Eropa.
“Indonesia juga merupakan tim yang sangat sulit,” tuturnya.
“Kami tahu mereka punya sekitar 12 atau 13 pemain yang bermain di Eropa, di liga yang kuat dan sangat kuat seperti Belgia, atau Belanda, Italia, Prancis, Belgia, Jerman. Jadi kualitas tim Indonesia sudah cukup tinggi,”
Dia menyebut beberapa nama seperti Kevin Diks, Jay Idzes, dan Calvin Verdonk sebagai contoh. Keberadaan mereka, bagi Dimitrov, jelas mendongkrak level tim secara keseluruhan.
Nah, jika nantinya benar-benar berhadapan, tekanan justru ada di pundak Timnas Indonesia. Kemenangan atas Bulgaria bukan cuma soal prestise, tapi juga bisa membuka peluang naik ke pot 3 untuk drawing Piala Asia 2027 mendatang. Situasi yang pasti akan membuat laga, jika terjadi, semakin panas.
Artikel Terkait
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh
Trump Klaim Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Dua Pilot Selamat
TNI Bantah Sekolah di Ende Digusur untuk Bangun Koperasi, Beberkan Kronologi Kerusakan Bangunan