Kritik untuk PM Jepang Sanae Takaichi Soal Jam Kerja Staf Dimulai Pukul 03.00 Pagi
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menuai kritik karena kebijakannya yang dianggap berlebihan terkait jam kerja. Takaichi diketahui meminta stafnya untuk memulai pekerjaan pada dini hari, sebuah keputusan yang memicu kontroversi di kalangan pejabat.
Laporan menyebutkan bahwa Takaichi tiba di kantornya pada pukul 03.00 pagi waktu setempat pada hari Jumat pekan lalu. Kedatangannya yang sangat pagi itu bertujuan untuk mengadakan rapat bersama para ajudan guna mempersiapkan debat parlemen pertamanya.
Sidang komite anggaran yang menjadi fokus persiapan tersebut sendiri dijadwalkan baru akan dimulai beberapa jam kemudian, yaitu pada pukul 09.00 pagi di gedung parlemen Jepang.
Seorang pejabat Jepang yang tidak bersedia disebutkan namanya mengungkapkan keterkejutannya. "Saya ternganga ketika mendengar pukul 03.00 pagi," ujarnya dalam pernyataan yang dilaporkan oleh jaringan media.
Artikel Terkait
TAUD Ungkap Dugaan Serangan Terorganisir Melibatkan 16 Orang terhadap Andrie Yunus
Dolar AS Melemah Didorong Kabar Perundingan Damai Israel-Lebanon
Bentrok di Halmahera Tengah Dipicu Hoaks, Bukan Konflik SARA
Serangan Udara di Beirut Bebani Sistem Kesehatan Lebanon yang Sudah Rapuh