Puncak arus balik Lebaran tahun ini benar-benar luar biasa padat. Korlantas Polri mencatat angka yang fantastis: 256 ribu kendaraan memadati jalan pada Selasa (24/3/2026). Jumlah ini, menurut mereka, adalah yang tertinggi sepanjang sejarah pemantauan arus mudik dan balik.
Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengonfirmasi data tersebut di Jakarta, Rabu lalu.
"Arus balik puncaknya adalah 256 ribu," ujarnya.
Agus kemudian membeberkan perbandingan dengan tahun sebelumnya. Lonjakannya cukup signifikan. "Ini juga terbanyak arus balik sepanjang sejarah. Karena tahun lalu adalah 223.163, jadi ada peningkatan 14,8 persen," jelas Agus. Peningkatan hampir 15 persen itu tentu saja menjadi tantangan berat bagi pengelola lalu lintas.
Menyikapi kepadatan ekstrem itu, pihak kepolisian pun mengambil langkah. Rekayasa lalu lintas dengan sistem satu arah, baik skala lokal maupun nasional, diterapkan untuk mengurai kemacetan. Strategi itu rupanya membuahkan hasil.
"Sehingga tadi malam cukup padat, namun terkendali. Sampai di Cikampek juga demikian, terkelola dengan baik," kata Agus. Dia juga menyebut pemanfaatan Tol Fungsional Japek 2 berhasil mengelola arus crossing dari Jawa Barat yang masuk ke Cikampek.
Artikel Terkait
Korban Tewas Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun 28 Persen
Libur Lebaran 2026, 500 Ribu Lebih Wisatawan Serbu Monas, Ragunan, dan Ancol
Friderica Widyasari Dewi Resmi Dilantik sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK Periode 2026-2032
Pemerintah Rampungkan Skema WFH untuk ASN, Tunggu Pengumuman Resmi