PM Spanyol: Konflik Timur Tengah Saat Ini Lebih Buruk Dibanding Invasi AS ke Irak

- Rabu, 25 Maret 2026 | 17:40 WIB
PM Spanyol: Konflik Timur Tengah Saat Ini Lebih Buruk Dibanding Invasi AS ke Irak

Pedro Sanchez, Perdana Menteri Spanyol, punya pandangan keras tentang konflik yang berkecamuk di Timur Tengah. Menurutnya, situasi saat ini jauh lebih mengerikan dibanding invasi Amerika Serikat ke Irak dua dekade lalu.

"Ini bukan skenario yang sama dengan perang ilegal di Irak," tegasnya di hadapan parlemen, Rabu lalu.

"Kita menghadapi sesuatu yang jauh lebih buruk. Jauh lebih buruk."

Suaranya terdengar berat. Sanchez melanjutkan, konflik sekarang punya potensi dampak yang lebih luas dan lebih dalam. "Kali ini, ini adalah perang yang absurd dan ilegal. Perang kejam yang menghambat kita mencapai tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan kita," imbuhnya.

Pernyataan keras ini bukan tanpa konsekuensi. Sanchez, yang berasal dari partai sosialis, baru-baru ini menolak permintaan Washington. AS ingin menggunakan pangkalan militer Madrid untuk operasi melawan Iran. Penolakan itu ia pertahankan, meski ancaman dari Presiden Donald Trump menggantung: perdagangan dengan Spanyol bisa diputus.

Bagi Sanchez, pelajaran dari Irak tahun 2003 masih terasa pahit. Invasi itu, katanya, gagal total. Alih-alih membawa perdamaian, kehidupan warga biasa justru makin sulit. Harga bahan bakar dan makanan melambung, krisis migrasi tak terelakkan, dan serangan militan mulai merambah Eropa.

Ia khawatir sejarah akan terulang, bahkan lebih parah. Serangan terhadap Iran berpotensi memicu dampak ekonomi serupa yang akan dirasakan oleh jutaan orang di seluruh dunia.

"Setiap bom yang jatuh di Timur Tengah," kata Sanchez dengan nada prihatin, "pada akhirnya akan menghantam -- seperti yang sudah kita lihat -- keuangan keluarga-keluarga kita."

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar