Libur Lebaran tahun ini benar-benar dimanfaatkan betul oleh warga untuk berwisata. Tak heran, destinasi unggulan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, pun ramai dikunjungi. Kawasan pantai, seperti biasa, jadi magnet utama.
Di antara semuanya, Pantai Tanjung Bira ikon pariwisata dengan panorama lautnya yang memukau mencatat lonjakan pengunjung yang signifikan. Data dari Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bulukumba menyebutkan, lebih dari 22 ribu orang memadati Bira hanya dalam tiga hari, tepatnya sejak 21 hingga 23 Maret 2026.
Kepala Disparpora Bulukumba, Andi Hamrina, menyebut ini tren tahunan yang selalu terjadi usai Lebaran.
"Peningkatan ini terlihat di berbagai objek wisata, khususnya kawasan pantai yang menjadi andalan daerah berjuluk 'Butta Panrita Lopi' ini," kata Andi Hamrina, dikutip dari Antara, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, mobilitas tinggi masyarakat selama cuti bersama jadi faktor kunci. Mayoritas pengunjung adalah pelancong domestik, terutama dari berbagai penjuru Sulsel. Tradisi mudik yang dilanjutkan dengan rekreasi keluarga pun turut menyumbang arus kunjungan ini.
"Kami melihat tren ini terus meningkat dari tahun ke tahun," tambahnya.
Sebagai perbandingan, pada Lebaran 2025 lalu, kunjungan harian di Tanjung Bira juga pernah mencapai ribuan orang dalam sehari. Trennya memang positif. Namun, di balik euforia wisata ini, ada dampak lain yang tak bisa dihindari: kemacetan parah.
Jalanan Macet, Perjalanan Molor Berjam-jam
Kepadatan kendaraan dilaporkan terjadi di jalur poros Kabupaten Jeneponto, akses utama menuju Bulukumba. Akibatnya, perjalanan yang biasanya lancar jadi berlipat lama.
Inna, seorang pengendara asal Makassar, merasakan langsung dampaknya. Perjalanan yang umumnya cuma 4-5 jam, kali ini molor hingga hampir 9 jam.
"Berangkat dari Makassar jam 10 pagi, baru sampai di Pantai Mandala Ria Bulukumba sekitar jam 7 malam," ujarnya.
Jadi, di satu sisi geliat pariwisata menggembirakan. Tapi di sisi lain, infrastruktur dan pelayanan logistik seperti bahan bakar minyak (BBM) mendapat tekanan ekstra. Sebuah tantangan klasik di setiap puncak musim liburan.
Artikel Terkait
Kadin Optimistis Arus Investasi Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global
Bocah 4 Tahun di China Selamat Usai Jatuh dari Lantai 11, Dokter Sempat Prediksi Peluang Hidup 5 Persen
Presiden Prabowo Bernyanyi Bersama Siswa di SMKN 2 Talaud, Pulau Miangas
ISEI Riau Desak Reformulasi DBH Sawit, Nilai Porsi 4 Persen untuk Daerah Tak Adil