"Ini adalah suatu kehormatan untuk berada di sini bersama tim, dengan staf baru dan peluang baru untuk merasakan intensitas dan kebanggaan para pemain ini dalam mewakili Indonesia," katanya.
Rasanya, dia mulai paham betul apa arti kebanggaan berseragam Merah-Putih. "Saya sekarang tahu mengapa orang bermain untuk negara ini, dan tanggung jawab itu akan kami bawa ke pertandingan pada hari Jumat."
Namun begitu, jalan menuju pertandingan perdana ini tidak sepenuhnya mulus. Sampai saat ini, baru 15 pemain yang bisa ikut latihan. Beberapa nama yang berkarier di Eropa masih tertahan dan belum bisa bergabung tepat waktu. Situasi yang kurang ideal, tentu saja.
Tapi Herdman tak mau menjadikannya alasan. Dia memastikan kesiapan tim tidak akan terganggu. Sebagai solusi, materi taktik dan strategi sudah lebih dulu dikirim ke para pemain. Bahkan, sebelum turun ke lapangan hijau, mereka sudah berkumpul di aula basket GBK untuk membahas segala sesuatunya.
"Jadi saat pemain datang ke sini, mereka bekerja," tegas Herdman. "Mereka bekerja untuk kalian, mereka bekerja untuk para penggemar."
Semuanya kini tinggal menunggu hari Jumat. Menunggu sorotan lampu stadion dan, yang paling dinanti, gemuruh dukungan dari puluhan ribu pasang tangan yang bertepuk.
Artikel Terkait
Epic Games PHK 1.000 Karyawan, Disebut Akibat Tekanan Ekonomi
Arus Balik Lebaran di Tol Cipali Lancar Berkat Strategi Buka-Tutup Rest Area
OJK Tegaskan Fundamental Perbankan Tetap Solid Meski Ada Revisi Outlook
AS Kirim Proposal Damai ke Iran via Pakistan, Respons Teheran dan Israel Masih Belum Jelas