MURIANETWORK.COM - Antonio Conte, pelatih Napoli, menyampaikan kekecewaan dan kritik pedas terhadap performa wasit dan sistem VAR usai timnya tersingkir dari Coppa Italia. Dalam laga perempat final yang berlangsung ketat di Stadio Diego Armando Maradona, Kamis (19/12/2024) waktu setempat, Napoli harus mengakui keunggulan Como melalui drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1 dalam waktu normal. Kekalahan ini semakin memperparah musim yang sulit bagi klub asal Kota Napoli, yang kini hanya tersisa kompetisi Serie A untuk diperjuangkan.
Kontroversi Keputusan Wasit Warnai Kekalahan
Laga menghadirkan ketegangan sejak awal. Martin Baturina berhasil membawa Napoli unggul lewat titik penalti, namun keunggulan itu dibalas Antonio Vergara untuk Como di awal babak kedua. Puncak kemarahan Napoli terjadi sekitar menit ke-50, ketika Jacobo Ramon dari Como yang sudah membawa kartu kuning melakukan pelanggaran keras terhadap Rasmus Hojlund di tepi kotak penalti. Banyak yang menilai pelanggaran itu layak diganjar kartu kuning kedua, namun wasit memilih untuk tidak mengeluarkannya. Bahkan, ada pendapat bahwa pelanggaran tersebut sebenarnya pantas mendapatkan kartu merah langsung karena menggagalkan peluang gol yang jelas.
Insiden ini memicu protes keras dari bangku cadangan dan pemain Napoli, menciptakan atmosfer panas yang berlanjut hingga akhir pertandingan.
Conte: "Ini Bukan Musim yang Bagus untuk Wasit dan VAR"
Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Antonio Conte tidak menyembunyikan rasa frustrasinya. Ia secara terbuka mempertanyakan konsistensi dan kualitas pengambilan keputusan di lapangan.
"Ini tentu bukan musim yang bagus untuk wasit dan VAR. Saya berharap mereka bisa menemukan solusi untuk memperbaiki situasi. Faktanya, semua orang mengeluh, pelatih, pemain, dan penggemar. Jadi sepak bola perlu berbenah dan meningkatkan diri. Sama seperti kami berusaha meningkatkan tim, Rocchi juga harus meningkatkan kualitas wasit dan ofisial VAR-nya," tegas Conte dengan nada tinggi.
Mantan pelatih Inter Milan itu menambahkan, "Itu tidak baik untuk sepak bola, itu tidak baik untuk kami."
Artikel Terkait
Fu Haifeng, Legenda Bulutangkis China, Ternyata Berdarah Indonesia
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan