Perubahan nama kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia dari Liga 1 menjadi Super League ternyata belum sepenuhnya diikuti dengan pembaruan identitas visual, terutama pada trofi juara yang akan diperebutkan oleh Persib Bandung dan Borneo FC. Trofi yang muncul dalam video promosi resmi yang dirilis oleh operator liga, I.League, masih menggunakan desain lama dengan logo Liga 1, bukan Super League seperti nama kompetisi yang baru. Temuan ini sontak memicu perdebatan di kalangan penggemar sepak bola nasional di media sosial, yang mempertanyakan konsistensi dan keseriusan pihak penyelenggara dalam membangun identitas baru.
Video promosi yang beredar memperlihatkan secara jelas trofi juara musim ini masih menempelkan logo kompetisi sebelumnya. Detail visual ini menjadi sorotan tajam karena dianggap tidak selaras dengan semangat rebranding yang telah dicanangkan. Seorang pengamat sepak bola menanggapi bahwa kondisi ini menunjukkan adanya jeda antara perubahan administratif dengan realisasi di lapangan.
“Trofi juara yang muncul dalam video resmi masih bertuliskan Liga 1, bukan Super League. Hal ini menunjukkan bahwa pergantian trofi belum dilakukan meskipun nama liga sudah berubah,” jelas pengamat tersebut saat menanggapi video yang viral.
Sebelumnya, sempat beredar wacana bahwa musim baru kompetisi akan menghadirkan trofi dengan desain baru untuk menyesuaikan perubahan identitas liga. Namun, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari pihak operator liga mengenai rencana penggantian desain trofi tersebut. Kemunculan trofi lama dalam video resmi seolah menjadi sinyal bahwa pergantian trofi belum akan dilakukan dalam waktu dekat, dan pihak operator liga juga belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan di balik keputusan tersebut.
Di sisi lain, respons dari para suporter terbelah. Sebagian kalangan menilai penggunaan trofi lama bukanlah persoalan besar selama kualitas kompetisi terus meningkat dan pertandingan berjalan kompetitif. Namun, tidak sedikit pula yang menyuarakan kekecewaan dan berharap agar identitas baru Super League dapat diperlihatkan secara menyeluruh, termasuk melalui desain trofi juara yang mencerminkan ciri khas kompetisi yang baru.
“Trofi bukan sekadar simbol kemenangan, tapi juga bagian dari identitas dan perjalanan kompetisi. Perubahan nama liga idealnya diikuti dengan pembaruan visual agar memiliki ciri khas yang kuat,” ujar seorang penggemar sepak bola yang turut berkomentar di media sosial.
Saat ini, publik masih menanti langkah berikutnya dari I.League terkait identitas visual Super League. Apakah operator liga akan memperkenalkan trofi baru dalam waktu dekat atau tetap mempertahankan desain lama, semuanya masih menjadi tanda tanya besar. Yang jelas, kemunculan trofi dengan logo Liga 1 di tengah era Super League sukses memancing perhatian dan menjadi bahan perbincangan hangat, menandai betapa pentingnya konsistensi identitas visual dalam membangun citra sebuah kompetisi yang baru.
Artikel Terkait
Prakiraan Cuaca Makassar Rabu: Cerah Berawan hingga Berawan, Suhu 19-33 Derajat Celsius
Australia Panggil Dubes Israel Setelah Aktivis Dipaksa Berlutut dan Diikat oleh Menteri Keamanan Nasional
Prajurit Marinir Asal Lampung Utara Gugur Saat Jalani Pendidikan Elite Denjaka di Cilandak
Guardiola Buka Peluang Bertahan di Manchester City, Belum Putuskan Masa Depan