Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan, mengecam keras insiden penembakan yang terjadi di kompleks masjid di kawasan San Diego, California, Amerika Serikat, yang menewaskan tiga warga sipil pada Senin waktu setempat. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan karena telah mencederai nilai-nilai kemanusiaan, terlebih lagi dilakukan di tempat sakral seperti masjid.
"Mengecam tindakan tersebut karena mencederai rasa kemanusiaan apalagi di tempat sakral seperti masjid," ujar Amirsyah dalam keterangan resminya pada Rabu (20/5/2026).
Dalam pernyataannya, Amirsyah mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk segera melakukan pengusutan secara menyeluruh terhadap kasus ini. Ia menekankan pentingnya mengungkap aktor intelektual maupun pelaku langsung di balik peristiwa tragis tersebut.
"Pemerintah AS melakukan pengusutan siapa sebenarnya aktor dan pelakunya. Di negara AS yang dikenal mempunyai pengamanan yang ketat kok biasa ada kasus penembakan," kata dia.
Sementara itu, berdasarkan laporan dari kantor berita AFP pada Selasa (19/5/2026), polisi setempat menyatakan bahwa tim tanggap darurat menemukan para korban di luar Islamic Center San Diego. Dalam proses evakuasi, petugas juga menemukan dua pelaku penembakan yang masing-masing berusia 19 dan 17 tahun dalam kondisi tewas.
Rekaman televisi dari helikopter memperlihatkan tim tanggap darurat bersenjata berkumpul di luar sebuah bangunan. Seorang individu tak dikenal tampak tergeletak dengan genangan darah di sekitarnya. Puluhan mobil patroli berbaris rapi di sekitar Islamic Center, yang dalam situs resminya disebut sebagai masjid terbesar di wilayah San Diego, California selatan.
Setelah periode lockdown singkat yang mengimbau warga untuk tetap berada di dalam rumah, polisi San Diego akhirnya mengumumkan bahwa ancaman di pusat ibadah tersebut telah dinetralisir. Kepala Polisi San Diego, Scott Wahl, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan tentang adanya penembak aktif di pusat Islam tersebut.
"Kami menerima panggilan tentang penembak aktif di pusat Islam. Dalam waktu empat menit, petugas tiba di lokasi dan segera melihat tiga korban tewas di depan," kata Wahl kepada wartawan. "Kami segera mulai mengerahkan respons penembak aktif ke masjid dan sekolah yang berdekatan," tambahnya.
Di luar Islamic Center, polisi menemukan sebuah kendaraan yang terparkir di tengah jalan dengan kedua pelaku tewas di dalamnya. Wahl mengonfirmasi bahwa para tersangka diduga tewas akibat luka tembak yang mereka lakukan sendiri.
"Para tersangka pada saat ini tampaknya tewas akibat luka tembak yang mereka lakukan sendiri. Tidak ada petugas yang terlibat dalam penembakan tersebut," kata Wahl. Polisi juga menyebutkan bahwa seorang petugas keamanan yang bertugas di kompleks itu termasuk di antara tiga korban yang tewas.
Artikel Terkait
Polisi Identifikasi Potongan Kaki Manusia di Lokasi Bekas Longsor Pasirlangu
Kiai Ponorogo Tersangka Pencabulan 11 Santri Laki-laki, Korban Alami Depresi
Realisasi Subsidi dan Kompensasi Capai Rp153,1 Triliun hingga April 2026
Rupiah Tembus Rp17.630 per Dolar, Ekonom Peringatkan Dampaknya Mulai Terasa di Desa