Gempa M4,7 Guncang Pangandaran, Warga Panik saat Bersiap Subuh, Tak Berpotensi Tsunami

- Kamis, 21 Mei 2026 | 09:15 WIB
Gempa M4,7 Guncang Pangandaran, Warga Panik saat Bersiap Subuh, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Kamis, 21 Mei 2026, pukul 04.45.56 WIB, memicu kepanikan warga yang tengah bersiap menjalankan ibadah subuh. Pusat gempa berada di koordinat 8,34 Lintang Selatan dan 108,25 Bujur Timur, sekitar 76 kilometer arah barat daya Pangandaran, dengan kedalaman 23 kilometer. Getaran terasa hingga ke sejumlah daerah sekitarnya, termasuk Tasikmalaya, Garut, dan Ciamis, meskipun belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan bangunan yang signifikan.

Andik Sutikno, seorang warga Kecamatan Parigi, menuturkan bahwa guncangan gempa terasa cukup kuat hingga ke dalam rumah. Ia menyaksikan sejumlah tetangganya berhamburan keluar sambil menggendong anak-anak mereka demi menyelamatkan diri. Meskipun peristiwa itu mengagetkan keluarganya yang tengah bersiap salat subuh, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam lingkungan tempat tinggalnya.

"Gempa bumi yang terjadi memang terasa membuat tetangga rumahnya berlari keluar untuk menyelamatkan diri. Semuanya takut karena gempa sebelumnya pernah terjadi. Setelah kejadian, kami dan tetangga kembali masuk ke rumah dan melihat gelombang air laut tetap normal," ujar Andik, Kamis, 21 Mei 2026.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Azis Riswandi, menyampaikan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu laporan lebih lanjut terkait kemungkinan adanya kerusakan bangunan di wilayah Tasikmalaya.

"Relawan BPBD di beberapa lokasi tengah melakukan pengecekan rumah pascagempa yang dirasakan masyarakat di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Pusat gempa berada di Kabupaten Pangandaran dan getaran terasa hingga ke Kota Tasikmalaya, tetapi gelombang laut di Cipatujah masih tetap normal," paparnya.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa bumi tektonik ini termasuk jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di dasar laut. Hasil analisis terkini menunjukkan parameter gempa telah diperbarui, dengan magnitudo yang dinaikkan menjadi 4,7. Episenter terbaru berada di koordinat 8,27 Lintang Selatan dan 108,25 Bujur Timur, atau sekitar 68 kilometer arah barat daya Pangandaran, dengan kedalaman 21 kilometer.

Guncangan gempa dirasakan di wilayah Tasikmalaya dan Garut dengan skala intensitas III MMI, yaitu getaran yang terasa nyata di dalam rumah, seolah-olah ada truk besar yang melintas. Di wilayah Ciamis, intensitas gempa tercatat antara II hingga III MMI. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan akibat gempa bumi tersebut.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar