Kemacetan Parah di Pancoran Menuju Semanggi Pagi Ini, Dipicu Aksi Unjuk Rasa di DPR/MPR

- Kamis, 21 Mei 2026 | 10:00 WIB
Kemacetan Parah di Pancoran Menuju Semanggi Pagi Ini, Dipicu Aksi Unjuk Rasa di DPR/MPR

Kemacetan parah melanda kawasan Pancoran menuju Semanggi, Jakarta, pada Kamis pagi. Kendaraan hanya mampu melaju dengan kecepatan di bawah lima kilometer per jam, memenuhi seluruh ruas jalan dan menimbulkan antrean panjang sejak dari Jalan MT Haryono, Cikoko, Jakarta Selatan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kepadatan volume kendaraan mulai terasa sebelum persimpangan Jalan MT Haryono dengan Jalan Cikoko Barat Raya. Kondisi ini berlanjut hingga sebelum dan sesudah flyover Pancoran, di mana terjadi pertemuan arus dari jalur atas dan bawah yang memperparah perlambatan lalu lintas.

Para pengendara, baik mobil maupun sepeda motor, hanya bisa merayap dalam kecepatan rendah. Suara klakson dari berbagai arah terdengar saling bersahutan, menandakan tingginya tingkat frustrasi di tengah kemacetan yang tak kunjung terurai. Sementara itu, bus TransJakarta baru dapat melaju dengan kecepatan normal setelah melewati Halte Pancoran dan kembali melintas di jalur busway yang relatif lebih lancar.

Di sisi lain, kepadatan lalu lintas pagi ini juga dipicu oleh adanya rencana aksi penyampaian pendapat yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB. Kepolisian dari TMC Polda Metro Jaya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kemacetan di depan Gedung DPR/MPR RI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, serta kawasan Patung Kuda Monumen Nasional.

“Bagi para pengendara, diimbau untuk menghindari ruas jalan di sekitar kawasan ini, utamakan keselamatan dalam berkendara, selalu mengikuti petunjuk serta arahan petugas di lapangan demi keamanan dan kelancaran kita bersama, serta patuhi aturan yang ada,” demikian imbauan resmi dari TMC Polda Metro Jaya melalui akun media sosialnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags