Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pertahanan nasional sebagai langkah strategis menjaga kedaulatan wilayah Indonesia. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa tidak ada kepentingan lain di balik upaya tersebut selain melindungi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai deterrent. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri,” ujar Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Menurut Prabowo, pertahanan merupakan syarat utama bagi terciptanya stabilitas nasional. Hal ini dinilai semakin krusial di tengah dinamika geopolitik global yang kian memanas dan penuh ketidakpastian.
“Tapi kita lihat kondisi dunia, geopolitik penuh dengan ketidakpastian, dan kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas, jaminan bahwa kita bisa berdaulat,” katanya.
Di sisi lain, Presiden berkomitmen untuk terus membangun dan meningkatkan kemampuan pertahanan di masa mendatang. Langkah ini, menurutnya, semata-mata dilakukan demi mengamankan wilayah kedaulatan Indonesia dari berbagai potensi ancaman.
Artikel Terkait
13,27 Juta SPT Tahunan 2025 Dilaporkan, DJP Catat Partisipasi Wajib Pajak Tinggi
MK Tolak Gugatan Status IKN, Jakarta Tetap Ibu Kota
IHSG Anjlok 4,32 Persen, Rupiah Tembus Rp17.668 per Dolar AS di Tengah Outflow Asing dan Ketegangan Global
Veda Ega Pratama Kokoh di Puncak Klasemen Rookie Moto3 Usai Finis Kedelapan di Catalunya