Gubernur Pramono Anung Menitikan Air Mata Usai Menjenguk Korban Tabrakan Program Makan Bergizi

- Kamis, 11 Desember 2025 | 12:20 WIB
Gubernur Pramono Anung Menitikan Air Mata Usai Menjenguk Korban Tabrakan Program Makan Bergizi

Di RSUD Koja, Kamis siang, suasana terasa berat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung baru saja keluar dari ruang perawatan, usai menjenguk siswa-siswa korban tabrakan mobil program Makan Bergizi Gratis. Wajahnya tampak jelas berubah. Didampingi Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat, ia beberapa kali mengusap mata, mencoba menahan sesuatu.

Sebelum berbicara pada awak media yang sudah menunggu, Pramono meminta tisu. Ia mengelap pelan sudut matanya yang mulai memerah, lalu meminum air putih. Saat akhirnya berdiri di depan kamera, air mata itu tak tertahankan lagi. Matanya berlinang.

“Saya tadi sudah melihat lima yang di Koja ini,” ujarnya, suara agak tertekan.

“Mudah-mudahan tidak ada hal yang lebih parah dari itu.”

Menurut penuturannya, kondisi para korban, yang sebagian besar adalah anak-anak SDN 01 Kalibaru, Cilincing itu, relatif stabil. Namun begitu, mereka masih butuh observasi intensif. Pramono berharap semua bisa pulih total. “Saya berdoa betul agar semuanya segera sembuh. Pemerintah akan memberikan support sepenuhnya,” lanjutnya dengan tegas.

Tak cuma berharap, ia langsung bertindak. Instruksi sudah diberikan pada Direktur RSUD Koja, RSUD Cilincing, dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk memastikan penanganan berjalan cepat. Semua opsi medis harus disiapkan.

“Kalau perlu harus ditindakan bedah, saya minta diberikan support sepenuhnya,” tegas Gubernur.

Di sisi lain, soal biaya, Pramono menegaskan tak perlu ada kekhawatiran. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menanggung seluruh biaya perawatan. Itu bentuk tanggung jawab mereka. “Saya sudah menyampaikan ke dua direktur RSUD dan Kepala Dinas Kesehatan, biaya sepenuhnya ditanggung Pemprov DKI Jakarta,” imbuhnya, menutup pernyataan.

Momen itu, di lobi rumah sakit, meninggalkan kesan mendalam. Seorang pemimpin tak hanya memberi pernyataan resmi, tetapi juga menunjukkan empati yang tulus di depan publik.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar