Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali menegaskan dominasinya di kelas rookie Moto3 musim 2026 setelah finis di posisi kedelapan pada seri Catalunya, Minggu (17/5/2026). Start dari urutan ke-20, pembalap berusia 17 tahun itu tampil agresif sejak lampu hijau menyala dan berhasil menyalip sejumlah rival hanya dalam beberapa tikungan awal. Kepercayaan dirinya semakin terlihat ketika ia mampu menempel rombongan depan dan menembus posisi sepuluh besar pada lap kedelapan.
Pada momen tersebut, Veda sempat terlibat duel sengit dengan Maximo Quiles dari CFMoto Aspar Team, sesama rookie yang juga tampil impresif. Persaingan keduanya berlangsung ketat hingga Quiles perlahan menjauh dan menciptakan selisih sekitar 0,7 detik dalam tiga lap berikutnya. Meski sempat kehilangan ritme dan turun ke posisi ke-11 setelah dilewati Marco Morelli serta Casey O’Gorman, Veda tidak menyerah. Pada dua lap terakhir, performanya kembali meningkat dan ia berhasil mengunci finis kedelapan yang sangat krusial dalam perebutan gelar rookie terbaik musim ini.
Tambahan delapan poin membuat Veda masih kokoh di puncak klasemen rookie Moto3 2026 dengan koleksi 58 poin. Ia unggul 16 poin atas Brian Uriarte yang berada di posisi kedua. Sementara itu, dua rival utamanya, Uriarte dan Hakim Danish, gagal memanfaatkan peluang di GP Catalunya. Uriarte nyaris menciptakan kejutan dengan memimpin balapan hingga trek lurus panjang di lap terakhir, tetapi harus puas finis di posisi keempat setelah persaingan ketat. Hakim Danish, yang sempat berada di posisi ketiga menjelang akhir lomba, justru melakukan kesalahan di Tikungan 10 setelah melebar keluar racing line. Kesalahan itu membuatnya kehilangan banyak posisi dan finis di urutan ketujuh, hanya terpaut 0,3 detik lebih cepat dari Veda.
Hasil tersebut membuat keunggulan Veda di klasemen rookie semakin sulit dikejar. Tak hanya itu, Veda juga masih memegang status spesial sebagai satu-satunya rookie yang berhasil meraih podium musim ini. Pencapaian tersebut menjadi bukti konsistensi pembalap binaan Astra Honda itu di tengah ketatnya persaingan Moto3 yang dikenal sangat kompetitif. Moto3 adalah kelas dengan persaingan paling rapat, di mana selisih sepersekian detik saja bisa mengubah posisi secara drastis. Dalam situasi seperti itu, konsistensi finis di zona poin menjadi faktor penting.
Veda sejauh ini mampu menunjukkan kematangan balapan yang jarang dimiliki rookie seusianya. Ia tidak hanya cepat dalam satu lap, tetapi juga cukup tenang dalam mengelola duel dan tekanan sepanjang lomba. Kemampuan menjaga ritme dan melakukan recovery saat balapan menjadi kekuatan utama pembalap Indonesia tersebut. Jika mampu mempertahankan tren positif ini, peluang Veda mengamankan gelar rookie terbaik Moto3 2026 semakin terbuka lebar. Bahkan bukan tidak mungkin, pembalap Indonesia itu mulai masuk perhitungan dalam perebutan podium reguler pada paruh kedua musim nanti.
Artikel Terkait
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni 2026
The Super Mario Galaxy Movie Tembus Satu Miliar Dolar AS di Box Office Global
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh