Indonesia Tekankan Pentingnya Layanan Kesehatan Primer Berbasis Komunitas untuk Turunkan Angka Kematian Ibu

- Kamis, 21 Mei 2026 | 09:45 WIB
Indonesia Tekankan Pentingnya Layanan Kesehatan Primer Berbasis Komunitas untuk Turunkan Angka Kematian Ibu

Kekuatan komunitas dan layanan kesehatan primer yang berkesinambungan menjadi pilar utama Indonesia dalam menjaga kesehatan ibu. Hal ini disampaikan oleh Konsultan Senior Neonatal Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, Prof. Rinawati Rohsiswatmo, dalam sebuah forum global yang digelar di sela-sela pertemuan tahunan World Health Assembly ke-79 di Jenewa, Swiss.

Dalam forum yang diselenggarakan oleh Business Council for International Understanding itu, Prof. Rinawati menekankan bahwa kesinambungan program dari rumah sakit hingga ke tingkat masyarakat merupakan kunci keberhasilan. Menurutnya, setiap daerah menghadapi tantangan ketimpangan yang berbeda, sehingga pendekatan yang diterapkan harus bersifat kontekstual.

“Kesinambungan program dari rumah sakit sampai masyarakat menjadi kunci. Setiap daerah memiliki tantangan inequity yang berbeda sehingga pendekatan harus kontekstual,” ujar Prof. Rina, sapaan akrabnya, dalam forum internasional tersebut.

Ia menjelaskan, pengalaman Indonesia dalam membangun jejaring maternal-neonatal berbasis komunitas memiliki relevansi global. Jejaring itu mencakup layanan dari posyandu, puskesmas, hingga rumah sakit rujukan. Hal ini menunjukkan upaya nyata dalam memberikan akses layanan kesehatan yang berkelanjutan di tengah tantangan geografis dan ketimpangan sosial yang ada.

Menurut Prof. Rina, kesehatan ibu tidak semata-mata dibangun dari teknologi canggih dan rumah sakit besar. Keberhasilan di bidang ini tidak hanya diukur dari jumlah fasilitas kesehatan yang tersedia, melainkan dari kemampuan sistem dalam menjaga kesinambungan pelayanan. Proses itu dimulai dari deteksi dini di komunitas, mekanisme rujukan yang efektif, hingga layanan neonatal di rumah sakit.

Ia menilai, pandangan tersebut sejalan dengan arah baru diskursus global kesehatan yang mulai bergeser dari pendekatan yang berpusat pada rumah sakit menuju layanan kesehatan yang berpusat pada komunitas. Kehadiran Indonesia dalam forum ini, lanjutnya, menunjukkan bahwa pengalaman negara berkembang justru semakin penting dalam percakapan kesehatan global.

“Negara seperti Indonesia dinilai memiliki pengalaman nyata dalam menghadapi kompleksitas ketimpangan, keterbatasan sumber daya, serta tantangan akses kesehatan di masyarakat,” kata Prof. Rina.

Forum yang bertajuk “Measuring What Matters, Doing What Works: PHC & Community Entry Points to Accelerate Maternal Health” itu turut membahas berbagai tantangan yang menyebabkan tingginya angka kematian ibu dan bayi di negara-negara berkembang. Kondisi ini terjadi meskipun investasi global di bidang kesehatan terus meningkat selama puluhan tahun.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags