Dampaknya langsung kelihatan. Arus lalu lintas di sepanjang Pantura Cirebon jadi lebih padat dan lambat. Jalur alternatif utama selain tol ini pun terasa semakin sempit.
Menyikapi hal ini, petugas gabungan dari Dishub, kepolisian, dan instansi terkait sih terus berjaga. Mereka berupaya mengawasi dan mengatur lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan parah. Pengawasan difokuskan pada titik-titik rawan yang rawan macet karena lonjakan kendaraan berat ini.
Buat para pengendara yang melintas, imbauannya tetap sama: waspada ekstra. Terutama saat berbagi jalan dengan kendaraan berat yang butuh ruang lebih besar. Jaga jarak aman, jangan terburu-buru. Hal kecil itu bisa bantu mengurangi risiko kecelakaan di tengah kepadatan yang luar biasa ini.
Artikel Terkait
One Way Nasional Diperpanjang Lagi hingga KM 459 Tol Semarang-Solo
Jasa Marga Tutup Sementara Rest Area KM 52B Arah Jakarta Antisipasi Arus Balik
Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Capai 285 Ribu Kendaraan di Tol Trans Jawa
Arus Balik Lebaran Padat, Rest Area di Tol Cipali Dikelola dengan Sistem Buka-Tutup