Pukul 14.25 WIB, Selasa siang itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberi tanda dimulainya operasi one-way nasional arus balik Lebaran. Di sisi jalan tol yang ramai, ia didampingi sejumlah menteri termasuk Menko PMK Pratikno, Menkes Budi Gunadi Sadikin, dan Menhub Dudy Purwagandhi. Mereka tak cuma melepas konvoi, tapi juga sempat menyapa para pemudik yang hendak kembali ke Jakarta.
Rekayasa lalu lintas satu arah ini membentang cukup jauh: dari KM 414 Tol Kalikangkung hingga KM 70 Tol Cikampek Utama. Menurut rencana, sistem ini sebenarnya sudah dijalankan lebih awal siang tadi, tepatnya pukul 14.00 WIB, di ruas KM 263 hingga KM 70 Tol Cikampek Utama sebagai bagian dari persiapan.
Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, sebelumnya sudah mengingatkan bahwa puncak arus balik diprediksi bakal sangat padat. Angkanya? Dia bilang, arus mudik sempat mencapai 270.000 kendaraan dalam satu hari. Nah, sampai saat ini baru sekitar 43 persen yang kembali ke Ibu Kota. Artinya, masih banyak yang di jalan.
"Prioritas untuk traffic yang cukup tinggi adalah one-way nasional arus balik yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 besok pada pukul 14.00," kata Agus kepada awak media.
Ia menambahkan, kebijakan ini kemungkinan bakal diperpanjang. Bisa sampai tanggal 25 atau bahkan 26 Maret, tergantung situasi di lapangan. Kalau arus sudah mulai lancar dan sepi, barulah rekayasa dicabut.
"Jadi, one-way nasional arus balik bukan hanya pada tanggal 24; tanggal 25 pun kita perpanjang ketika bangkitan arus tinggi. Ketika flow-nya lalinnya sudah rendah, itu bisa kita kelola, kemungkinan akan kita cabut," ungkapnya.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi Capai 285 Ribu Kendaraan di Tol Trans Jawa
Arus Balik Lebaran Padat, Rest Area di Tol Cipali Dikelola dengan Sistem Buka-Tutup
Kebijakan Larangan Truk-Bus di Tol Picu Kemacetan Parah di Pantura Cirebon
Rest Area Cipali Diterapkan Sistem Buka-Tutup Atasi Kepadatan Arus Balik