Gelombang mudik Lebaran 2026 ternyata sudah mulai terasa sejak jauh hari. Menurut data yang dirilis oleh PT Jasa Marga, tercatat lebih dari dua juta kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek dalam rentang waktu 11 hingga 21 Maret. Angka itu bukan main-main.
Rivan A. Purwantono, Direktur Utama Jasa Marga, membeberkan rinciannya. Volume lalu lintas yang tercatat mencapai 2.007.253 kendaraan. Ini adalah akumulasi dari empat gerbang tol utama penyalur arus mudik: Cikampek Utama (arah Trans Jawa), Kalihurip Utama (arah Bandung), Cikupa (arah Merak), dan Ciawi (arah Puncak).
“Kalau dibandingkan dengan arus normal, kenaikannya signifikan, yaitu 24,6 persen,” ujar Rivan.
Menariknya, angka dua juta kendaraan itu baru sebagian dari perkiraan total. Rivan menyebut, jumlah tersebut baru mencakup 56,8 persen dari proyeksi akhir, yang diprediksi akan menyentuh 3,5 juta kendaraan hingga periode 31 Maret nanti. Artinya, masih ada ratusan ribu kendaraan lagi yang diperkirakan akan menyusul.
Lalu, kemana saja arah tujuan mereka? Mayoritas pemudik, tepatnya 55 persen atau sekitar 1,1 juta kendaraan, memilih rute ke arah Timur baik menuju Trans Jawa maupun Bandung. Sementara itu, sekitar 25,3 persen (508 ribu kendaraan) bergerak ke arah Barat menuju Merak. Sisanya, hampir 20 persen, menuju ke arah Selatan atau Puncak.
Per gerbang tol, pergerakannya cukup bervariasi. Arus ke Trans Jawa via GT Cikampek Utama melonjak drastis, naik 130 persen dari kondisi normal dengan 729.632 kendaraan. Sedangkan arus ke Bandung via GT Kalihurip naik lebih landai, sekitar 5 persen, dengan total 373.456 kendaraan.
Di sisi lain, ada penurunan yang tercatat di rute lainnya. Arus menuju Merak via GT Cikupa justru turun 5,3 persen dibanding normal. Begitu pula dengan arus ke Puncak melalui GT Ciawi, yang sedikit berkurang sekitar 1,4 persen.
Data-data ini jelas menggambarkan sebuah pola. Tampaknya, jalur Trans Jawa masih menjadi primadona utama para pemudik tahun ini, sementara beberapa rute lain justru sepi dari perkiraan.
Artikel Terkait
AHY: Penyalahgunaan Lahan dan Sampah Jadi Pemicu Utama Banjir Jabodetabek
Sidang Korupsi Pengadaan Chromebook Memanas, Jaksa dan Pengacara Nadiem Makarim Adu Argumen
Menko AHY Sebut Alih Fungsi Lahan dan Sampah Jadi Pemicu Utama Banjir Jabodetabek
Wamenkeu: Subsidi BBM Dijaga Demi Stabilitas Inflasi dan Daya Beli Masyarakat