Ancaman Presiden AS Donald Trump untuk menghancurkan pembangkit listrik Iran ternyata memicu reaksi keras. Balasan dari Teheran datang dengan nada yang tak kalah sengit: mereka akan membalas dengan menyerang lokasi-lokasi energi di seluruh Timur Tengah.
“Setelah pembangkit listrik dan infrastruktur di negara kita menjadi sasaran, infrastruktur energi dan minyak di seluruh wilayah akan dianggap sebagai sasaran yang sah dan akan dihancurkan secara permanen,” tegas Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, lewat sebuah postingan di X, Minggu lalu.
Peringatan itu jelas. Kalau fasilitas mereka diserang, maka infrastruktur regional bakal jadi target balasan. Ghalibaf juga menyebut, langkah semacam itu akan mendongkrak harga minyak untuk waktu yang sangat lama.
Semua ini berawal dari ultimatum Trump di hari Sabtu. Dia memberi waktu 48 jam pada Iran untuk membuka Selat Hormuz. Jika tidak, AS akan menghancurkan pembangkit listrik mereka.
Artikel Terkait
124 Perusahaan Angkutan Baru Kena Sanksi karena Langgar Larangan Truk Saat Mudik
Produksi Grasberg Block Cave Freeport Diprediksi Normal dalam 2-3 Minggu
Lebaran 2026: 2 Juta Kendaraan Sudah Keluar Jabotabek, Trans Jawa Jadi Primadona
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Kecuali untuk Kapal Musuh