Benjamin Netanyahu tampak berdiri di tengah puing. Perdana Menteri Israel itu mengunjungi kota Arad, wilayah selatan yang baru saja dibombardir dalam serangan Iran. Kunjungannya bukan sekadar inspeksi biasa. Dengan nada tegas, Netanyahu menyampaikan ancaman langsung ke rezim di Teheran.
"Kami akan mengejar rezimnya. Kami akan mengejar IRGC, geng kriminal ini," ujarnya.
Menurut sejumlah saksi, suaranya terdengar datar namun penuh keyakinan. "Kami akan mengejar mereka secara pribadi, para pemimpin mereka, instalasi mereka, aset ekonomi mereka. Kami akan mengejar mereka secara pribadi."
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu sambil memeriksa kerusakan di Arad, seperti dilaporkan AFP, Senin (23/2/2026). Pesannya jelas: balasan Israel tak akan main-main dan akan menyasar langsung komandan senior Korps Garda Revolusi Iran.
Di sisi lain, serangan Sabtu lalu (21/3) juga menghantam kota Dimona. Lokasinya ada di gurun Negev. Dan di sanalah, menurut keyakinan banyak analis, Israel menyimpan persenjataan nuklirnya yang tak pernah diakui secara resmi. Serangan langsung itu menyebabkan kerusakan yang cukup parah.
Sehari sebelumnya, Netanyahu sudah lebih dulu berada di Dimona. Di sana, ia mendesak warganya untuk selalu waspada. Instruksinya sederhana: patuhi peringatan dari Komando Pertahanan Dalam Negeri dan segera cari perlindungan begitu sirene berbunyi.
"Seluruh bangsa adalah garis depan, seluruh garda terdepan adalah garis depan," katanya, mencoba menyatukan semangat.
Lalu ia menambahkan, agak mendesak, "Jadi tolong lakukan ini dan ini adalah perintah."
Suasana di kedua kota itu, tentu saja, mencekam. Kunjungan Netanyahu memberi kesan bahwa pemerintah berada di garis terdepan bersama warganya. Namun di balik itu, ancaman balasan yang lebih keras sepertinya sedang disiapkan. Waktulah yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Skotlandia Hadapi Brasil di Laga Penentu, Menang atau Pulang dari Piala Dunia 2026
BNPB Desak 26 Provinsi Siaga Cuaca Ekstrem hingga 26 Juni 2026
Bosnia Kalahkan Qatar 3-1, Harapan Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026 Masih Hidup
Sekretaris Dinas Perumahan Bangkalan Ditemukan Tewas di Mobil Dinas di Bandara Juanda