Bosnia-Herzegovina mengukir kemenangan bersejarah setelah mengalahkan Qatar 3-1 di Lumen Field, Seattle, pada Rabu (24/6) waktu setempat. Kemenangan ini membawa Bosnia mengoleksi empat poin dan menjaga asa lolos ke babak 32 besar untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Duel Sengit di Seattle
Laga yang digelar di bawah suhu 29 derajat Celsius pada Rabu (24/6) waktu setempat itu langsung berjalan dengan intensitas tinggi. Bosnia menggebrak sejak menit awal dengan dua tembakan jarak jauh dari Ermedin Demirovic dan Ivan Sunjic yang memaksa kiper Qatar, Mahmud Abunada, melakukan penyelamatan gemilang.
Gawang Qatar akhirnya jebol pada menit ke-29. Remaja 18 tahun, Kerim Alajbegovic, yang baru tampil sebagai starter di laga ini, melepaskan tembakan kaki kanan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Abunada. Gol ini menjadi gol pertama Alajbegovic di pentas Piala Dunia.
Enam menit berselang, Bosnia menggandakan keunggulan. Kapten Edin Dzeko, yang tampil dalam laga ke-150 bersama tim nasional, melepaskan tembakan voli yang membentur bek Qatar, Sultan Al Brake, dan masuk ke gawang. Gol tersebut dicatat sebagai gol bunuh diri Al Brake.
Dzeko dan Rekor 150 Kap
Kapten senior Bosnia, Edin Dzeko, yang genap berusia 40 tahun pada Maret lalu, menjadi pusat perhatian dalam laga ini. Pemain yang saat ini membela Fenerbahce itu memainkan laga ke-150 untuk negaranya sebuah pencapaian yang hanya diraih oleh segelintir pemain di dunia.
Dzeko nyaris mencetak gol ketiga Bosnia pada menit ke-39 setelah lolos dari jebakan offside, namun tembakan mendatarnya masih membentur tiang gawang. Meski gagal mencetak gol, kontribusinya dalam penguasaan bola dan distribusi serangan menjadi kunci permainan Bosnia.
Pelatih Sergej Barbarez memberikan kepercayaan penuh kepada Dzeko untuk memimpin lini depan. Strategi Barbarez mengandalkan pengalaman Dzeko terbukti efektif, terutama dalam memanfaatkan bola-bola kedua dan memenangi duel udara melawan bek Qatar.
Qatar Memberi Perlawanan
Meski tertinggal dua gol, Qatar tidak menyerah begitu saja. Kapten Hassan Al-Haydos memperkecil ketertinggalan pada menit ke-42 setelah menyambar umpan silang Edmilson Jr dari sisi kanan. Gol ini membangkitkan semangat Al Annabi.
Pada sisa babak pertama, Pedro Miguel nyaris menyamakan skor andai tembakan jarak jauhnya tidak membentur tiang gawang Bosnia. Setelah turun minum, Akram Afif menjadi motor serangan Qatar dan beberapa kali mengancam pertahanan Bosnia melalui serangan balik cepat.
Pelatih Qatar, Tintin Marquez, bahkan memasukkan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Qatar, Almoez Ali, pada 20 menit terakhir. Namun, upaya Qatar untuk menyamakan kedudukan selalu kandas di hadapan pertahanan Bosnia yang disiplin.
Kemenangan Bersejarah dan Klasemen Grup B
Bosnia memastikan kemenangan pada menit ke-80 melalui gol Ermin Mahmic. Pemain pengganti yang juga mencetak gol pada laga sebelumnya itu memanfaatkan bola liar di kotak penalti Qatar dan menyelesaikannya dengan tenang. Ini menjadi kemenangan kedua Bosnia sepanjang partisipasi mereka di Piala Dunia setelah sebelumnya mengalahkan Iran 3-1 pada edisi 2014.
Dengan hasil ini, Bosnia dan Kanada sama-sama mengoleksi empat poin. Namun, Kanada unggul head-to-head setelah mengalahkan Bosnia pada laga sebelumnya, sehingga finis di peringkat kedua dan otomatis lolos. Bosnia harus puas di posisi ketiga dan menunggu hasil laga grup lain untuk menentukan nasib sebagai salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik. Qatar sendiri finis di dasar klasemen Grup B dengan satu poin.
| Peringkat | Tim | Main | Poin | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Swiss | 3 | 6 | Lolos |
| 2 | Kanada | 3 | 4 | Lolos |
| 3 | Bosnia | 3 | 4 | Menunggu |
| 4 | Qatar | 3 | 1 | Gugur |
Prospek ke Babak 32 Besar
Bosnia kini harus bersabar menunggu hasil pertandingan grup-grup lain untuk memastikan kelolosan. Dengan empat poin dan selisih gol yang cukup kompetitif, posisi Bosnia sebagai peringkat ketiga terbaik masih cukup aman. Namun, kepastian baru akan diketahui setelah seluruh pertandingan fase grup rampung.
Ini menjadi momen emosional bagi pendukung Bosnia yang memadati Lumen Field. Suporter yang datang dengan bendera kuning dan biru khas Bosnia terus bernyanyi sepanjang laga. Mereka optimis tim kesayangannya akan melaju ke babak 32 besar untuk pertama kalinya sejak debut di Piala Dunia 2014.
Barbarez menegaskan timnya akan terus berjuang apa pun hasil yang terjadi. "Kami sudah menunjukkan kualitas. Sekarang kami hanya bisa menunggu dan berdoa," ujar pelatih berusia 52 tahun itu dalam konferensi pers usai laga.
Artikel Terkait
Kanada Kalah 2-1 dari Swiss di Kandang, Tetapi Tetap Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Bosnia Hajar Qatar 3-1, Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Haaland vs Mbappe: Duel Dua Superstar Perebutkan Puncak Grup I Piala Dunia 2026
Skotlandia di Ambang Sejarah: Laga Hidup Mati Melawan Brasil di Grup C Piala Dunia 2026