Cuaca ekstrem mengancam beberapa wilayah Indonesia hari ini. BMKG baru saja merilis peringatan dini untuk Minggu, 22 Maret 2026. Intinya, waspadai hujan lebat sampai sangat lebat. Wilayah yang perlu siaga antara lain Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan. Bukan cuma hujan biasa, tapi berpotensi disertai petir dan angin kencang.
Lalu, apa penyebabnya? Semua ini terkait dengan aktivitas Siklon Tropis Narele yang sedang berlangsung. Menurut pantauan terbaru, siklon ini terpantau berkeliaran di pesisir utara Australia bagian utara. Dalam sehari ke depan, pergerakannya diprediksi mengarah ke sekitar Teluk Carpentaria. Kecepatan anginnya cukup mengkhawatirkan, mencapai 30 knots dengan tekanan minimum 996 hektopaskal.
Namun begitu, badai ini belum menunjukkan tanda-tanda melemah. Malah, dalam dua sampai tiga hari ke depan, sistemnya berpotensi menguat. Dampak lanjutannya cukup luas. Siklon Narele ini memicu terbentuknya low-level jet – aliran angin kencang di lapisan bawah atmosfer – yang merambah beberapa perairan. Kawasan yang terdampak mulai dari Laut Timor, Laut Arafuru, hingga pesisir utara Australia dan selatan Papua New Guinea.
Di sisi lain, ada faktor pendukung lain yang bikin awan hujan makin menggumpal. Daerah pertemuan angin atau yang biasa disebut konvergensi dan konfluensi, diprediksi muncul di perairan timur Indonesia. Wilayahnya meliputi sekitar Laut Banda, perairan NTT, Maluku bagian selatan, hingga area selatan Papua. Kombinasi faktor-faktor inilah yang bakal menyuplai banyak uap air dan memicu hujan deras.
Prakirawan BMKG, Puji, memberikan penjelasan langsung.
“Masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang,” tegasnya.
Peringatannya jelas. Kondisi ini bukan main-main. Pertumbuhan awan hujan diprediksi bakal signifikan, terutama di daerah-daerah yang dekat dengan pusat siklon dan sepanjang zona pertemuan angin tadi.
Jadi, apa yang harus dilakukan? BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, atau angin kencang, untuk terus memantau perkembangan cuaca dari sumber resmi. Kewaspadaan harus tetap tinggi karena hujan dengan intensitas berat masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari mendatang. Jangan sampai lengah.
Artikel Terkait
Hakim Minta Ahli Kimia Diperiksa untuk Buktikan Jenis Cairan dalam Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Kemenag Ajak Umat Buddha Jadikan Vesakha 2026 sebagai Momentum Penguatan Spiritual dan Sosial
Indonesia Kecang Serangan Rudal ke Kilang Minyak di UEA, Desak Penghormatan Hukum Internasional
Tawuran di Cipinang Berujung Tragis, Warga Tewas Tertemper Kereta Saat Coba Melerai