Namun begitu, pihak Iran membantah telah menutup selat strategis itu. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan jalur air itu terbuka untuk semua kecuali bagi mereka yang melanggar wilayah Iran.
Pernyataan serupa datang dari Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Dalam komentarnya di media sosial, dia malah menuding AS dan Israel yang bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi.
“Kapal-kapal ragu-ragu karena perusahaan asuransi takut akan perang pilihan yang Anda picu, bukan Iran. Tidak ada perusahaan asuransi dan tidak ada orang Iran yang akan terpengaruh oleh ancaman lebih lanjut," ujarnya.
Di sisi lain, ancaman juga datang dari kekuatan militer Iran. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan siap menutup total Selat Hormuz jika ancaman Trump terhadap fasilitas energi mereka terus berlanjut. Situasinya makin panas, dan dunia hanya bisa menunggu langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
124 Perusahaan Angkutan Baru Kena Sanksi karena Langgar Larangan Truk Saat Mudik
Produksi Grasberg Block Cave Freeport Diprediksi Normal dalam 2-3 Minggu
Lebaran 2026: 2 Juta Kendaraan Sudah Keluar Jabotabek, Trans Jawa Jadi Primadona
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Kecuali untuk Kapal Musuh