Pagi buta di Desa Tajur, Citeureup, Bogor, tiba-tiba berubah riuh. Suara jerit dan teriakan memecah kesunyian, semburat jingga api terlihat jelas dari sebuah warung tegal atau warteg yang sudah dilalap si jago merah. Kejadiannya sekitar pukul lima kurang enam menit pagi tadi.
Menurut keterangan Kadis Damkar Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, pihaknya langsung bergerak cepat setelah mendapat panggilan darurat.
“Awalnya Sektor Bogor Indo dapat laporan dari 112 tentang kebakaran rumah makan. Tim langsung berangkat dengan dua unit mobil pemadam,” ujar Yudi, Senin (23/3/2026).
Petugas sampai di lokasi sekitar pukul 05.15 WIB. Saat itu, api masih berkobar cukup hebat. Mereka tak buang waktu. Personil segera diterjunkan untuk melakukan pendinginan dan mengamankan area sekeliling bangunan agar kobaran api tidak merembet ke tempat lain.
Lalu, apa penyebabnya?
Dugaan sementara, kebakaran itu dipicu korsleting listrik. Yudi menegaskan, objek yang hangus adalah rumah makan tersebut dan sumber api diduga kuat berasal dari hubungan arus pendek.
“Objek terbakar rumah makan (warteg), sumber api atau penyebab kebakaran korsleting listrik,” jelasnya.
Untungnya, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa yang berjatuhan. Upaya pemadaman yang intensif akhirnya membuahkan hasil. Sekitar satu jam kemudian, api berhasil dikendalikan sepenuhnya.
“Situasi akhir api berhasil dipadamkan, selesai penanganan pukul 06.27 WIB,” pungkas Yudi.
Kini, yang tersisa hanya puing-puing dan kesibukan warga sekitar yang masih memandangi sisa-sisa kejadian. Sebuah warung yang biasanya ramai pengunjung, pagi ini hanya meninggalkan kepulan asap tipis dan cerita tentang betapa cepatnya bencana datang.
Artikel Terkait
Lampu Jalan di Cipinang Muara Kembali Menyala Usai Dicuri, Pelaku Masih Buron
Tim BPTD dan Dishub Turun ke Lokasi Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara, Izin Angkutan Ternyata Sudah Kedaluwarsa
Prabowo Tiba di KTT ASEAN ke-48 di Filipina, Gunakan Mobil Maung Garuda sebagai Simbol Diplomasi Industri Nasional
Psikolog TNI Sebut Empat Terdakwa Penyerangan Air Keras ke Aktivis KontraS Masih Layak Jadi Prajurit