KSPSI Pilih Aksi Terdesentralisasi, Tak Gelar Mogok Nasional untuk UMP 2026

- Kamis, 04 Desember 2025 | 16:30 WIB
KSPSI Pilih Aksi Terdesentralisasi, Tak Gelar Mogok Nasional untuk UMP 2026

Menjelang penetapan Upah Minimum Provinsi tahun 2026, aksi unjuk rasa dari kalangan buruh dipastikan bakal terjadi. Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN, salah satu yang terbesar, sudah memutuskan untuk turun ke jalan. Namun begitu, mereka punya strategi yang berbeda. Tidak akan ada mogok kerja nasional yang digelar.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Pimpinan Nasional yang baru saja berlangsung di Jakarta. Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPSI, menegaskan hal itu usai pertemuan pada Kamis lalu.

"Kami sudah sepakat, dari federasi hingga DPD-DPD di daerah. Jalan yang kami ambil adalah aksi tanpa mogok nasional," ujar Andi Gani.

Jadi, aksi tetap jalan. Hanya saja, bentuknya akan terdesentralisasi. Menurut Andi Gani, demonstrasi akan dikonsentrasikan di daerah masing-masing, sesuai dengan kondisi dan masalah setempat. Dia dengan tegas menyatakan tidak akan mengerahkan massa secara besar-besaran ke ibu kota.

"Aksi tetap berlangsung, tapi berdasarkan saran dari para ketua federasi di lapangan. Jadi, tidak akan ada pemusatan aksi di Jakarta," katanya lagi.

Alasannya sederhana: persoalan riil buruh ada di daerah. Karena itulah, Andi Gani memilih untuk turun langsung memimpin aksi di beberapa kota, seperti Bandung dan Bekasi. Dia ingin berada di garis depan, mendengar langsung keluhan para pekerja.

"Saya akan turun ke Bandung, ke Bekasi, untuk memimpin pergerakan dari bawah," tegasnya.

Di sisi lain, meski konfederasi pusat memilih jalur ini, situasi di Jakarta sedikit berbeda. KSPSI yang wilayahnya memang di DKI Jakarta, dipastikan akan ikut serta dalam aksi mogok nasional yang digelar elemen serikat pekerja lain.

"KSPSI pimpinan saya tidak akan beraksi di Jakarta. Tapi, untuk KSPSI Jakarta ya tentu ikut, karena wilayahnya memang di sini," pungkas Andi Gani menjelaskan perbedaan ini.

Jadi, suasana menjelang penetapan UMP 2026 nanti akan diwarnai aksi sporadis di berbagai daerah, sementara di ibu kota, salah satu elemen KSPSI tetap bergabung dalam aksi yang lebih terpusat.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar