Subuh yang sunyi di kawasan Bambu Apus, Cipayung, berubah menjadi mencekam Sabtu lalu. Seorang wanita, DA (36), ditemukan tak bernyawa di dalam rumah kontrakannya. Peristiwa tragis itu terjadi pada 21 Maret 2026.
Menurut AKBP Ressa Fiardi dari Resmob Polda Metro Jaya, yang pertama kali menemukan kondisi mengenaskan itu adalah keluarga korban sendiri. Sang ibu dan kakak datang untuk mengecek, khawatir dengan keadaan DA.
“Saksi, yaitu kakak korban, datang untuk mengecek. Kemudian ibu korban menyuruh kakak korban membuka pintu. Saat itu korban ditemukan sudah meninggal dunia di lantai dengan kondisi darah mengering,”
ujar Ressa, menjelaskan kronologi penemuan.
Dari keterangan yang berhasil dihimpun, kakak korban terakhir bertemu DA dua hari sebelumnya, tepatnya Kamis. Namun begitu, ada informasi lain yang menarik perhatian polisi. Beberapa saksi mengaku melihat mantan pasangan korban sempat berada di lokasi, mendampingi DA sebelum kejadian.
“Langkah selanjutnya, kami akan mencari dan memeriksa saksi-saksi,”
tandas Ressa mengenai penyelidikan yang masih berlangsung.
Jenazah kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani visum. Di TKP, petugas sudah menemukan sesuatu yang mencurigakan. Ada luka sayatan di leher korban, begitu jelas hasil pemeriksaan awal.
“Hasil sementara di TKP terdapat luka sayatan di leher,”
pungkasnya. Temuan ini tentu saja menguatkan dugaan adanya unsur kejahatan dalam kematian wanita muda itu. Polisi masih menyelidiki, berusaha merangkai setiap petunjuk yang ada.
Artikel Terkait
Hegseth Tegaskan Gencatan Senjata dengan Iran Masih Berlaku meski Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat
Pengundian Fase Grup Piala Asia 2027 Digelar Akhir Pekan Ini, Indonesia di Pot 4
Timnas Indonesia U-17 Kalahkan China 1-0, Kunci Kemenangan Dramatis di Laga Perdana Piala Asia
Transjakarta Tutup Sementara Halte Manggarai Imbas Proyek LRT, Sediakan Dua Halte Temporer